Hearing CPNS Konkep Diwarnai Adu Jotos

SUARAKENDARI.COM- Rapat dengar pendapat atau hearing yang dilakukan di Kantor Sekretriat DPRD Sultra, Senin (29/06/2015) sempat diwarnai aksi adu jotos.

Dengar pendapat yang dilakukan hari itu dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Sultra, Suwandi Andi., Pj Bupati Konkep, Nur Sinapoy., Kepala BKD Sultra, Endang Nur Abbas., Ketua ORI perwakilan Sultra, Aksah serta peserta CPNS yang dinyatakan lulus berdasarkan Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan peserta CPNS yang dinyatakan lulus berdasarkan TKD dan Tes Kemampuan Bidang (TKB).

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, peserta yang lulus secara TKD dan peserta yang lulus dari gabungan TKD dan TKB sempat melakukan adu jotos karena tidak terima satu sama lain.

Berdasarkan hasil pengumuman yang telah diumumkan akhir February lalu, Pemda Konkep telah mengumumkan nama-nama yang lulus CPNS berdasarkan gabungan antara TKD dan TKB, namun berdasarkan surat dari Kementrian dalam hal ini MenPAN, bahwa Pemda Konkep harus mengumumkan berdasarkan kelulusan TKD.

Hal ini yang masih menjadi permasalahan hingga saat ini, sehingga semua pihak terkait dihadirkan dalam forum dengar pendapat siang itu. Sayangnya, karena satu sama lain merasa benar, sehingga beberapa kali sempat terjadi adu jotos, untung saja bisa dipisahkan oleh pihak pengamanan.

Rajab, salah seorang peserta lulus berdasarkan TKD dan TKB, sempat memukul meja lalu meninggalkan ruangan ketika Ketua ORI perwakilan Sultra, Aksah, menyampaikan pendapatnya.

Peserta yang dinyatakan lulus dari gabungan TKD dan TKB tetap merasa benar karena pengumuman yang dikeluarkan tersebut resmi diumumkan oleh pemerintah setempat. Di sisi lain, peserta yang dinyatakan lulus secara TKD juga tetap pada pendirian mereka bahwa mereka lulus berdasarkan hasil perengkingan yang telah didapatkan dari TKD tanpa digabung dengan TKB.

Aksi saling ribut satu sama lain kembali terjadi saat akhir hearing akan ditutup, dimana ketika Thayeb yang merupakan Direktur Perusda Konkep menyampaikan pendapat dan tetap bersikeras bahwa yang harus lulus yakni peserta dari gabungan TKD dan TKB. Secara spontan, peserta yang dinyatakan lulus TKD protes atas pendapat yang disampaikan.

“Siapa dia, dia bukan peserta, dia juga tidak diundang dalam rapat dengar pendapat, harusnya dia tidak datang disini,” teriak peserta.

Diteriaki seperti itu, Thayeb langsung mengatakan ingin berurusan diluar ruangan. “Kalian semua anak-anak yang ada dalam sini, jika ingin berurusan nanti diluar kita ketemu,” tantangnya.

Usai rapat dengar pendapat ditutup, Thayeb kembali menantang peserta yang sempat bersitegang dengannya saat menyampaikan pendapat. Langsung saja ia kembali menantang dengan menggunakan bahasa daerah untuk bertemu di luar ruangan.

Untung saja, pihak keamanan langsung mengamankan para peserta dan menahan, hingga peserta masing-masing dari kedua kubu pulang, pihak keamanan tetap melakukan pengamanan. (LINA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *