Connect with us

Hasil Pleno PPK, Sucianti dan Asnawati Hasan Bersaing Ketat

Hukum & Kriminal

Hasil Pleno PPK, Sucianti dan Asnawati Hasan Bersaing Ketat

BOMBANA-Calon Legislatif (Caleg) DPR-RI asal Golkar, Sucianti dan Hj. Hasnawati Hasan asal PAN, bersaing ketat berdasarkan rapat Pleno PPK di dua Kecamatan (Rumbia dan Rumbia Tengah) di wilayah Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara.

Caleg lain seperti Laode Ida (PAN), Ridwan Bae (Golkar) Habil Marati (PPP) dan Alimazi (Nasdem) ikut membututi.

Berikut lima urutan terbesar perolehan suara di dua Kecamatan berdasarkan rekapitulasi sementara Pleno PPK.

Diwilayah Kecamatan Rumbia Tengah, di Kelurahan Kampung Baru, dari 939 suara yang disalurkan pemilih, Sucianti 162, Ridwan Bae 115, Habil Marati 96, Laode Ida 92, Asnawati Hasan 80.

Kelurahan Lauru, dari 1094 suara sah, Laode Ida 181, Sucianti 161, Ridwan Bae 131, Asnawati Hasan 115, Habil Marati 76. Sementara Kelurahan Poea dari 380 jumlah suara sah, Asnawati Hasan 83, Laode Ida 45, Sucianti 42, Ridwan Bae 28, Alimazi 25.

Desa Tapuahi dari 568 suara sah, Sucianti 96, Laode Ida 84, Asnawati Hasan dan Ridwan Bae 39, Umar Arsal 36, Habil Marati 28. Desa Lampata dari jumlah suara sah 182, Asnawati Hasan 42, Laode Ida 35, Habil Marati 21, Amirul Tamim 14, Ridwan Bae 10
Diwilayah Kecamatan Rumbia, untuk Kelurahan Kasipute dari 1566 suara, Sucianti 291, Asnawati Hasan 251, Laode Ida 150, Ridwan Bae 80, Alimazi 64. Sedangkan Kelurahan Doule dari 1053 suara, Sucianti 175, Asnawati Hasan 148,Laode Ida 88, Ridwan Bae 79, Alimazi 39.

Kelurahan Lampopala dari suara 476, Sucianti 187, Asnawati Hasan 139, Laode Ida 56, Ridwan Bae 36, Alimazi 31. Desa Lantawonua dari 189 suara, Sucianti 114, Asnawati Hasan 75, Ernawati Tahang (golkar) 48, Laode Ida 46, Ridwan Bae 33.

Sedangkan Kelurahan Lameroro, Laode Ida 262, Sucianti 173, Asnawati Hasan 136, Ridwan 95, Ernawati Tahang 48. Hingga berita ini ditayangkan, proses Rapat pleno rekapitulasi suara di dua Kecamatan masih berlangsung. (DAR)

Batmang membatah bila tindakannya itu dikait-kaitkan dengan pencalegkan saudaranya. “Itu berlebihan, toh suara adik saya di tempat yang saya masuki itu cuma dua. Jujur, saya kesana itu cuma meluruskan. Apa harus saya biarkan begitu saja bila melihat ada yang salah dilapangan,” tanyanya

Batmang jelaskan ada beberapa posisi hingga mekanisme teknis yang keliru saat hari pencoblosan. “Disana itu ada yang tertukar deretan kotan suara, ada hansip yang menuntun masuk ke TPS. Ini tidak boleh, mestinya hansip itu cukup menjaga diluar. Jejeran Kotak Suara juga itu harus berderet, mulai DPR, DPD, DPRD provinsi hingga Kabupaten. Saya masuk untuk luruskan itu lalu keluar,” jelas Batmang. (DAR)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top