Connect with us

Hanya Rusak Hutan 1 Hektar, Kades Ini Dilepas, Parah !!!

Daerah

Hanya Rusak Hutan 1 Hektar, Kades Ini Dilepas, Parah !!!

KOLAKA, SUARAKENDARI.com- Sangat ironi kinerja aparatur Negara kita saat ini, khususnya di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Bayangkan saja, dengan merusak kawasan hutan lindung seluas satu hektar oknum pelaku hanya dikenakan hukuman pembinaaan bahkan penghentian perkara. Ini nyata terjadi di Kolaka.

Tepatnya di Dinas Kehutanan Kolaka, awalnya dinas tersebut memeriksa seorang oknum kepala Desa bernama Firman yang menjabat sebagai Kades Puulemo Kecamatan Baulu. Dia ditetapkan tersangka oleh penyidik Dinas Kehutanan Kolaka beberapa waktu lalu dengan tuduhan mengeluarkan izin pengolahan tanah didalam kawasan hutan.

Dengan pelanggaran itu pihak Dishut Kolaka sangat yakin jika Firman melanggar aturan yang ada. Apalagi hal itu didukung oleh aturan undang-undang tentang perlindungan hutan. Namun entah mengapa, setelah member cap tersangka pada Firman, Dishut kembali menganulir pernyataannya itu, bahkan menghentikan proses perkara ini.

Alasan kepala Bidang perlindungan hutan, Dishut Kolaka pun diluar nalar kita. Kata dia Firman dibebsakan dari status tersangka perusak hutan sebab dia hanya merusak satu hektar hutan saja. “Memang dilarang untuk menghentikan kasus tapi kita beri pembinaan dan kerusakan yang ditimbulkan pun tidak mengancam kelestarian hutan,” kata Sujianto, Kabiud Perlindungan Hutan Kolaka.

Menghentikan proses hukum terhadap perusak hutan Nampak ya sangat disadari oleh Sujianto. Entah hal apa yang bisa merubah idealism Polhut ini sehingga memberikan toleransi kepada perusak lingkungan. “Sebenarnya saya juga mau terapkan sansi pidana sebab dalam aturan itu bisa kita laukan tapi saat ini kita beri pembinaan dulu. Kalau mengulang baru kita pidanakan,” tambahnya.

Kebijakan Sujianto pun mendapat reaksi keras dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) di Kolaka. Jabir, perwakilan WALHI Sultra di Kolaka menilai sikap dari Sujianto patut dipertanyakan bahkan dirinya menaruh kecurigaan ‘main mata’. “Nanti akan kita lakukan tindak lanjut dari kebijakan itu. Apa pun alasannya, perusak lingkungan harus diberi hukuman yang berat dan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya singkat. (ab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top