Connect with us

Haji-haji di Bombana Mendadak Miskin

Haji-haji di Bombana Mendadak Miskin

Uncategorized

Haji-haji di Bombana Mendadak Miskin

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM- Belum genap seminggu Tim Kementrian Perumahan Rakyat berkunjung ke Kabupaten Bombana untuk memberikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) namun protes sudah ramai bermunculan dari masyarakat Bombana.

Pasalnya, ada yang layak terima bantuan tapi justeru tidak diusul. Sebaliknya, ada kalangan mampu yang nota bene menyandang gelar haji dan punya rumah layak justeru dimasukkan sebagai penerima bantuan. “Kan lucu kalau tiba-tiba banyak orang yang menyandang gelar haji mendadak miskin,”sindir Anton, warga Kecamatan poleang Barat, Kabupaten Bombana.

Tak pelak Tim Pendamping Masyarakat (TPM ) BSPS di Poleang Barat mendapat sorotan warga karena dinilai kurang meningkatkan koordinasi ke semua pihak.

“Yah beginilah akibatnya, jika pentahapan proses usulan tidak taat asas. mengabaikan koordinasi pihak terkait, lebih ironis lagi ketika turun tim verifikasi dari kabupaten yang juga staf PHTT tidak melapor ke pemerintah setempat diketahui sedang memverifikasi usulan,”ungkapnya.

Verifikasi yang dilakukan TPM selama tiga hari dinilai sia-sai karena tanpa sepengetahuan pemerintah setempat. “Kegiatan verifikasi yang dilakukan sepertinya tidak mengindahkan etika koordinasi,”ujar Anton, geram.

“Harusnya saat masuk ke rumah orang, TPM harus pamit-pamit dulu pada pemilik rumah. Agar ada jalur koordinasi yang jelas. Nah jika ada masalah pasti ujung-ujungnya, kembalinya ke pemerintah juga. Jadi mohon TPM lebih proaktif mendampingi warga yang menerima bantuan,”himbaunya.

Total penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Poleang Barat mencapai 490 orang, dengan rincian Babamolingku 73 orang. Desa Toari Buton 85 orang, Desa Timbala 30 orang. Desa Balasari 71 Orag. Desa Pabbiring 39 orang. Desa Bulumanai 53 orang, Desa Rakadua 39 orang, Rakadua 139 orang. Adapun bantuan yang diterima masing-masing 7,5 juta rupiah per jiwa.

Seperti diketahui, sepekan silam, Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI mengelontorkan anggaran 3,6 Miliar kepada warga miskin di Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara, guna memperbaiki rumah penduduk yang tidak layak huni, .

Sebanyak 490 unit rumah penduduk berpenghasilan rendah, disantuni anggaran untuk memperbaiki kondisi rumah warga. Diantaranya, renovasi untuk fasilitas atap, dinding dan lantai.

Asisten Deputi Evaluasi Perumahan Swadaya Kementrian Perumahan Rahyat RI, Dr Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, bantuan merupakan stimulan yang bersifat Swasembada bagi warga miskin. “Kami sediakan anggaran dan mereka sendiri yang kerjakan. Tiap perbaikan akan dikontrol, sehingga bantuan diharapkan tepat guna, tepat sasaran dan tepat waktu ” jelasnya saat menyalurkan Bantuan secara simbolis kepada warga Poleang Barat di Desa Timbala, Rabu (17/9)

Dijelaskan, tiap rumah akan disantuni 7,5 juta rupiah. Dicairan dua tahap, melalui jasa penyalur Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dana itu kini sudah ditransferkan di rekening masing-masing warga, dengan pencairan tahap pertama sebanyak 3,25 juta.

Demi keselarasan bantuan, Eko menjelaskan pola pencairan akan melibatkan pihak toko selaku penyedia bahan bangunan, BRI selaku Bank penyalur serta warga pemilik rekening ditambah pihak pendamping.

“Warga baik pribadi atau membentuk kelompok, dipersilahkan ke toko penyedia bangunan terdekat. Mereka akan merinci bahan yang dibutuhkan. Lalu mengajukan kepada bank penyalur (BRI). Nanti BRI dan pemilik tokoh akan memfasilitasi agar bahan itu tiba di rumah yang dituju,” ungkapnya.

Sementara itu, Sulaiman, Kepala kantor perumahan rakyat Kabupaten Bombana, mengaku terbantu dengan hadirnya bantuan Kemenpera. Dia menegaskan, bantuan perbaikan rumah Kemenpera, selaras dengan kiat pemkab Bombana dalam menuntaskan rumah yang tidak layak huni.

“Keterbatasan anggaran APBD, memacuh kami untuk mencari bantuan di pusat. Alhamdulilah, tahun ini kita dapat kucuran dari Kemenpera,” jelasnya. Program ini lanjut Sulaiman, akan terus dijalin guna menuntaskan rumah tidak layak huni di Kabupaten Bombana seperti di dua wilayah lainnya, Kabaena dan Rumbia.

Senada dengan itu, Asisten I pemkab Bombana, Rusman meminta kepada warga penerima bantuan untuk manfaatkan program ini dengan baik. ” Gunakanlah anggaran ini dengan tepat. Pemda akan terus merespon kegiatan ini dan selalu menyiapkan anggaran shering (anggaran pendamping dari APBD),” ungkapnya.

Bantuan dana untuk 490 unit tersebut, tersebar di tujuh desa wilayah Kecamatan Poleang Barat. Diantaranya, Desa Timbala, Desa Toari, Balasari, Bulumanai, Babamolingku serta desa Raka dua Pabiring.

Ukkase (42) salah satu warga penerima bantuan, mengaku riang dengan hadirnya bantuan Kemenpera. “Hadirnya bantuan ini, mewujudkan keinginan memperbaiki rumah saya. Hasratku sudah lama, namun uang tidak cukup. Alhamdulilah, saya senang sekali,” tukas warga desa bambamolingku ini. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top