Connect with us

FR Diduga Jual Ponakannya Ke Pengelola Karaoke di Konut

Uncategorized

FR Diduga Jual Ponakannya Ke Pengelola Karaoke di Konut

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- L (13) dan Y (15), wanita belia ini mendatangi mako Polres Kolaka Sulawesi Tenggara ditemani oleh keluarga dekat mereka. Kedatangan mereka  untuk melaporkan tindakan FR (30), seorang warga Kecamatan Latambaga, yang diduga menjual dua anak dibawah umur ke pengelolah tempat karauke diwilayah Konawe Utara.

Tante korban yang berinisial Y, bernama Martina menuturkan bahwa sudah lebih satu minggu dua ponakannya tidak pulang kerumah dan keberadaannya tidak diketahui.

“Nanti dia pulang dikampung baru kita tahu. Dan ternyata kita baru tahu dan juga yang bawa mereka kesana itu tantenya sendiri. Makanya saya laporkan sama Polisi, kenapa kasian anak ini dibuat seperti itu,” katanya, Selasa (04/02/2014).

Paman korban inisial L, bernama Baharuddin juga menuturkan setelah bingung mencari ponakan selama satu minggu, tiba-tiba L terlihat disalah satu rumah warga.

“saya lihat saya langsung bawa pulang dia dan tanyakan dari mana selama satu minggu ini. Dia bilang dikasi kerja ditempat karaoke dan dikasi minum minuman keras. Saya tidak sangka akan begitu pak. Makanya saya ketemu dengan tantenya Y untuk ke Polres buat laporan Polisi,” tegasnya.

Korban inisial L juga bercerita kalau dirinya sudah tidak tahan lagi bekerja ditempat karaoke dan memilih untuk pulang.

“Pertama kita katanya mau dikasi kerja di pomalaa untuk jaga anak bayi. Ternyata kita dibawa ke Asera. Kata FR ditempat itu kita punya tugas hanya menyanyi, tapi ternyata kita temani tamu minum. Saya takut pak, dikasi minum minuman keras, obat-obatan bahkan dipeluk-peluk. Saya menangis terus dan bilang sama teman saya, Y, kalau kita pulang mi saja,” tegasnya.

Ditempat yang sama pula, FR kepada Polisi berucap kalau dirinya hanya memenuhi permintaan dua anak tersebut.

“Mereka datang sama saya pak. Katanya mau kerja untuk bayar utang orang tua mereka. Memang pertama saya bilang kerja untuk jaga bayi, tapi gajinya kecil. Jadi saya bilang ada karaokenya keluarga di Asera, tapi kita berpakaian rapi ji. Akhirnya saya antar. Masalah mereka minum minuman keras dan obat-obatan saya tidak tahu. Mereka juga pesan kalau keberangkatannya untuk kerja di Asera jangan diberitahu sama keluarga. Jadi itu saja pak. Yang jelasnya saya tidak pernah ada niat untuk menjual,” kilahnya.

Pihak Polres sendiri masih menyilidiki masalah ini. Termasuk pemeriksan beberapa saksi. “Memang laporannya seperti itu. Kalau dari kami tetap kita usut apakah memenuhi tindak pidana perdagangan manusia atau tidak. Tergantung hasilnya nanti. Tapi kayaknya akan mengarah kesitu. Prosesnya kita tunggu saja,” tutup kabag humas Polres Kolaka, AKP Nazaruddin. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top