Connect with us

Eks Pimpinan DPRD Sultra Masih Kuasai Kendaraan Dinas

Pilkada

Eks Pimpinan DPRD Sultra Masih Kuasai Kendaraan Dinas

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Empat mantan pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2009- 2014, hingga kini belum mengembalikan mobil dinas yang digunakan sewaktu menjabat. Tak hanya itu, aset daerah berupa mobil dinas untuk ketua komisi komisi II, komisi IV dan ketua badan legislasi juga masih dikuasai eks legislator tersebut.

Keempat pimpinan DPRD Sultra yang belum mengembalikan aset bergerak itu adalah LM. Rusma Emba, Muh. Endang SA, La Pili dan Sabaruddin Labamba. Bahkan di salah satu rumah jabatan eks pimpinan DPRD Sultra, fasilitas berupa televisi dan kursi hilang.

Kepala sub bagian perlengkapan dan aset sekretariat DPRD Sultra, Ambo Tuwo ditemui diruang kerjanya, Senin (13/10/2014) mengatakan, pihaknya telah menyurati yang bersangkutan untuk segera mengembalikan aset daerah tersebut.

“ Harusnya sudah dikembalikan setelah masa jabatannya berakhir, karena akan digunakan oleh pimpinan yang baru. Sementara pemerintah daerah belum menganggarkan kendaraan dinas untuk pimpinan dan alat kelengkapan dewan,” ungkapnya.

Aset daerah yang masih dikuasai mantan DPRD Sultra lanjut Ambo, yakni laptop namun ia belum bisa merinci sisa berapa yang belum dikembalikan.

“ Setelah melayang surat himbauan agar mengembalikan yang pertama, kita akan kembali mengirim surat ke mantan anggota yang bersangkutan untuk kali kedua, jika tidak ditinggapi, kembali dilayangkan surat yang ketiga,”. imbuhnya

Ambo mengatakan, pihaknya masih menempuh cara persuasif, jika masih belum mengembalikan, jika perlu nanti kita akan kerumahnya yang bersangkutan. Jika tidak juga, sekretariat dewan akan berkoordinasi dengan Sekda provinsi Sultra, sehingga aset daerah itu bisa kembali.

Dihubungi terpisah melalui telepon selulernya, LM. Rusman Emba yang kini menjadi anggota DPD RI mengatakan, hasil konsultasi dengan wakil gubernur dan kementerian dalam negeri, kendaraan tersebut bisa dimiliki namun harus melalui proses dum.
“ memang ada ruang kami untuk melakukan dum untuk mobil yang telah digunakan selama kurang lebih lima tahun, nah hasil konsultasi itu bisa,” terang Rusman.

Hal yang sama lanjut Rusman, juga pernah dilakukan mantan pimpinan DPRD Sultra sebelumnya. Namun, bila pemda dan aturan yang tidak memungkinkan pihaknya siap mengembalikan mobil dinas tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pilkada

To Top