Dugaan Korupsi Prona BPN Kolut, 127 Kades Diperiksa

LASUSUA, SUARAKENDARI.COM – Dugaan Kasus korupsi anggaran Proyek Nasional Agraria (Prona) Tahun 2013-2014 di Kabupaten Kolaka Utara terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lasusua, hasil pemeriksaan terhadap para kepala desa yang penerima Prona, penyelewengan dana dalam kasus ini diduga terjadi karena adanya permainan oleh oknum-oknum di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolut.

Kepala Kejaksaan Negeri Lasusua, Andi Fachruddin SH, untuk dalam penegakan hukum rupanya bukan hanya bualan semata, setelah membongkar beberapa kasus dugaan korupsi di Kolut, kini Kejari Lasusua kembali membidik kasus dugaan korupsi anggaran Proyek Nasional Agraria (Prona), seluruh Kepala Desa se Kolut bakal di periksa terkait kasus ini.

“Kasus lain masih tetap dalam proses, sekarang kita mulai start penyelidikan kasus dugaan korupsi Prona Tahun 2013-2014. Namanya proyek nasional agraria, berarti anggaran dari APBN, nah anggaran APBN ini dikemanakan,” tegas Kajari Lasusua, Andi Fachruddin SH.

Menurutnya, dalam upaya mengungkap kasus ini, pekan lalu pihaknya telah memanggil delapan Kades untuk dimintai keterangan sebagai saksi, “Tidak usah menyebut nama-nama desa yang sudah dipanggil, yang jelas pemeriksaan ini kita mulai dari desa-desa yang dekat dulu, desa yang jauh nanti kita pikirkan lagi, apakah satu minggu setelahnya atau bagaimana,” jelasnya.

“127 desa di Kolut semua menerima Prona, maka 127 desa itu semua akan kita panggil, tetapi tidak bisa sontak ramai-ramai kita panggil semua karena ini modusnya berbeda,” tegasnya.

Dia menambahkan, penyelidikan kasus ini dilakukan menyusul maraknya keluhan masyarakat Kolut tentang realisasi Prona 2013-2014, baik yang dimuat di media cetak maupun yang di laporkan langsung kepada pihak Kejari Lasusua. “Bagaiamana cara sertifikat prona ini terbit, bagaimana Prona ini bisa ada, bagaimana masyarakat bisa tahu ada prona, itu semua akan kita telusuri dan sejauh ini kami belum memanggil pihak BPN Kolut untuk dimintai keterangan,” tandasnya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Lasusua, Andi Odang SH, “Kasus-kasus yang ditangani selama ini semuanya masih berlanjut, tidak ada satupun yang dihentikan. termasuk kasus dugaan korupsi Prona ini,” tegas yang turut melakukan pemeriksaan dalam kasus ini.

Menurutnya, khusus untuk kasus dugaan korupsi Prona, pihaknya telah memanggil 30 lebih kepala desa untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus ini. “Sejauh ini sudah lebih 30 kepala desa yang kita periksa sebagai saksi, dan hasilnya dugaan penyimpangan dana dalam kasus ini mengarah ke BPN,” tegasnya.

Meski begitu dirinya belum bisa membeberkan terlalu jauh seputar penyimpangan-penyimpangan dana yang ditemukan tim penyidik selama penyelidikan kasus ini berlangsung. “Yang jelas kasus ini masih terus kita dalami, nanti statusnya sudah dinaikkan ke tahap penyidikan baru semuanya dijelaskan,” janjinya. (ADY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *