Connect with us

Dugaan Korupsi Ketua KPUD Konawe Kembali Mencuat

Uncategorized

Dugaan Korupsi Ketua KPUD Konawe Kembali Mencuat

KONAWE.SUARAKENDARI.­COM – Kasus Korupsi pengadaan ATK dalam program Dana Alokasi khusus (DAK) dilingkup Dinas pendidikan dan Kebudayaan, kabupaten Konawe, tahun anggaran 2008, yang menyeret nama Ketua Komisi pemilihan Umum, kabupaten konawe, Hermansyah SE, sebagai tersangka kini kembali mencuat setelah lama mengendap.

Konawe Coruption Watch (KCW), kembali menyuarakan, dalam unjuk rasa yang di gelar, di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Unaaha Senin (14/4), penetapan status tersangka Hermansyah SE, selaku Direktur Umum CV Handayani sejak 2010 lalu oleh pihak Kejaksaan, dalam kasus tersebut, Hermansyah bersama Tamrin Lahasa selaku bendahara Dana alokasi khusus (DAK) dan Amir Karim sebagai pelaksana kegiatan yang kini sementara menjalani proses hukum.

“Dua tersangka lainnya sudah ditahan, tapi kenapa Hermansyah Pagala masih melenggak, dan belum sama sekaliditindak lanjuti, sementara Hermansyah bertindak sebagai pemilik perusahaan dalam kasus ini,”ungkap Koordinator lapangan KCW Arifuddin Laumara.

Menurut Hasrudin dalam penanganan kasus yang melibatkan Ketua KUP konawe ini, tidak dibiarkan berlarut-larut sebab, penetapan tersangka Hermansyah sendiri sudah empat tahun terlewatkan, sehingga idealnya sudah memiliki status hukum yang jelas.

lebih lanjut, Hasrudin dalam orasinya, juga mengancam akan melaporkan persoalan ini ke pengadilan Tipikor dan KPK, jika tidak ada respon keseriusan oleh pihak Kejaksaan dalam mengusut tuntas kasus korupsi pengadaan ATK Dinas pendidikan Konawe 2008 ini.

“Kami sudah membuat laporan tinggal dikirim, sebab kami sudah tidak percaya lagi dengan aparat penegagk hukum di kabupaten Konawe,”tegasnya yang kemudian diamini massa KCW.

Kajari Unaaha, Agus Wahidin SH, di hadapan pendemo, mengatakan, kasus tersebut kini sedang ditangani oleh pihak Kejaksaan Tinggi dan kasusnya saat ini dikembalikan ke Polda Sultra untuk kelengkapan berkas. “Seandainya kasusnya ditangani oleh Kejari Unaaha, tidak mungkin kami biarkan berlarut-larut, pasti kami sudah sidangkan, tetapi kini sedang menunggu proses administrasinya,” Ujar Agus Wahidin.

Kendati demikian, menyambung perkataan atasanya kasipidsus Kejari Unahaa, Yulianto, SH mengakui, jika status Hermansyah Pagala hingga kini masih berstatus menjadi tersangka. saat di konfirmasi terkait lolosnya Hermansyah saat seleksi Komisioner KPU dalam status sebagai tersangka, Yulianto enggan berkomentar.”Saat itu kan belum memiliki status hukum, jadi kemungkinannya sah-sah saja,” tutup Yulianto. (MAN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top