Dua Sanksi Menanti PNS Pengguna Ijazah Palsu

 

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pengguna Ijazah Palsu harus siap-siap menanggung resiko akibat perbuatan melawan hukum.

Setidaknya, ada dua sanksi siap menanti.  Jika bukan penurunan pangkat, pelaku bisa dikenakan sanski pemecatan. Hal ini diungkapkan oleh  Bombana H. Burhanuddin A. HS. Noy saat ditanya terkait sanksi yang bakal diterima bagi penggunan ijazah palsu di Bombana.

Meski sudah menguber sanksi, namun Burhanuddin belum mau mempertegas terkait sinyalemen penggunaan ijazah palsu di Kabupaten Bombana. “Tim kita ini baru sebatas tahap menelusuri. Kita gunakan asas praduga tidak bersalah dulu. Nanti dikatakan ada pengguna ijazah palsu itu, ketika Tim sudah menemukannya. Jadi Sejauh ini,  baru sebatas rumor atau isu.  Biarkan Tim bekerja sesuai tupoksinya dulu,” terangnya.

Mantan Kadis Perhubungan Sultra ini mengatakan dalam waktu dekat Tim akan bekerja memeriksa ijazah para PNS Bombana. Diawali dengan penelusuran untuk kenaikan pangkat atau golongan.

Hal tersebut dipertegas dalam surat Tim bernomor 800/1825/2015 yang meminta agar PNS Bombana lekas menyetor ijazahnya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bombana untuk tujuan verifikasi.

Setiap PNS Bombana diwajibkan menyetor fotocopy ijazah terakhir, foto copy transkip nilai, foto copy SK kenaikan pangkat hingga foto copy skripsinya sewaktu menempuh kuliah di perguruan tinggi.

Sementara dua sanksi yang disebut sebut itu, yakni sanksi pemecatan, bila ada oknum yang terbukti menggunakan ijazah palsu ketika melamar jadi PNS. Lalu, sanksi penurunan pangkat ketika terbukti ada PNS menggunakan ijazah palsu saat mengusulkan kenaikan pangkat atau golongan.

Sebelumnya, berkembang wacana bahwa banyak PNS Bombana menggunakan ijazah Palsu. Ijazah tersebut digunakan untuk pendaftaran hingga urusan kenaikan Pangkat. Sejak tahun 2011 lalu, sebanyak 148 PNS lingkup pemkab Bombana ditengarai telah menggunakan ijazah Palsu tersebut. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *