Connect with us

Dua Oknum Polisi “Koboi” Ditahan

Metro

Dua Oknum Polisi “Koboi” Ditahan

 

KENDARI, SUARAKENDARI.COM- Dua oknum polisi yang menodongkan pistol kepada warga dan mengeluarkan tembakan ke udara di Karoeke NAV Kendari, Rabu (5/3/2014) dini hari akhirnya diamankan. Ternyata kedua oknum polisi tersebut bukan dari kesatuan Brimob Polda Sultra, seperti yang dikatakan Ahmad Daulani (33) warga jalan Lawata, Kecamatan Mandonga, Kendari yang menjadi korban penodongan polisi.

Kapolda Sultra Brigjen Pol Arkian Lubis menyatakan, kedua oknum polisi anggota Polda Sultra dan telah diamankan. Senjata yang digunakan untuk kedua oknum tersebut langsung ditarik.

“ Sedang kita proses dari polda, senjatanya juga ditarik. Untuk sanksi nanti kita proses disesuaikan dengan perilaku dan kelakuannya, jadi proses disiplin pasti dan kode etik juga. Propam sudah menangani dua anggota, kalau tidak salah polisi itu dari unit ditlantas,” ungkap Arkian, Kamis (6/3/2014).

Pihaknya lanjut Kapolda Sultra, tidak akan mentolerir perilaku polisi yang melanggar. Jika terbukti kuat telah menyalahi aturan kepolisian tentu akan diberikan sanksi.

“ Kita gerak cepatlah kalau kasus seperti itu, nanti kita lihat dari hasil pemeriksaaan. Karena sanksi dari kode etik itu sudah jelas sesuai dengan hasil pemeriksaan,” terangnya.

Jika ada bukti lanjut Arkian, tidak akan dipetieskan atau disembunyikan. Hal itu sesuai dengan olah tempat kejadian perkara, tidak hanya berdasarkan keterangan pelaku dan saksi saja.

Tidak hanya barang bukti CCTV dan keterangan saksi saja, tetapi olah TKP juga penting untuk melihat semua apa yang terjadi di lokasi kejadiannya. Tidak ada jalur damai, jika pidananya tidak terbukti, kami akan melihat pelanggaran disiplin dan kode etiknya juga,” tegas Arkian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto menambahkan, telah mengantongi dua nama oknum polisi yang menodong dan melepaskan tembakan ke udara di tempat hiburan.

“Dua anggota yang bermasalah kemarin malam di Nav Karoeke, adalah Brigadir RD anggota Ditlantas dan Brigadir satu AG, anggota Dit Intel Polda Sultra,” jelasnya melalui pesan singkat.

Sebelumnya, gaya koboi ditunjukkan oknum polisi dengan menodongkan pistol kepada Ahmad Daulani (33), warga Jalan Lawata, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Rabu (5/3/2014) pukul 02.00 Wita. Insiden itu terjadi di salah satu karoke NAV di jalan MT Haryono Kelurahan Wuawua, Kendari. Tak hanya itu, oknum polisi juga sempat melepas tembakan lima kali ke udara hingga menembus plafon teras tempat hiburan malam tersebut.

Menurut Daulani, kejadian itu berawal saat salah satu oknum tersebut, menyapa salah seorang perempuan yang ditemani korban. Korban kemudian memanggil oknum polisi tersebut dan meminta untuk tidak mengganggu wanita yang sudah memiliki suami, pelaku langsung lalu marah dan menarik hingga mendorong korban masuk loby karoeke.

Kemudian rekan pelaku datang dan menondongkan pistolnya, korban lalu meminta maaf karena merasa bersalah, namun kedua oknum yang diduga Brimob tetap menodongkan pistolnya terhadap korban.

Dua kasir karoeke NAV yang melihat peristiwa itu panik dan meninggalkan tempat, sementara pengunjung lainnya berlarian keluar akibat ketakutan melihat peristiwa tersebut. Namun saat di luar tempat karoeke itu, kedua oknum yang diduga Brimob melepaskan tembakan sebanyak lima kali. akibatnya plafon karoeke NAV bocor karena peluru.

“Kejadian ini akan saya laporkan ke Propam Polda pak, saya ditodong pistol oleh dua orang mengaku Brimob, saat saya ditodong kedua oknum itu berkata, “saya tembak, pecah kepala kamu, saya bilang maaf jika saya salah pak, tetapi tetap ditondongkan hingga masuk ke loby tempat karoeke. Dua kasir yang bertugas malam itu panik dan lari meninggalkan meja kasirnys,” tuturnya Ahmad Daulani, Rabu (5/3/2014) di kediamannya. KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top