Connect with us

Dua Caleg PAN Bombana, Terancam Tidak Dilantik

Suara Pendidikan

Dua Caleg PAN Bombana, Terancam Tidak Dilantik

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM–Dua Caleg DPRD Kabupaten Bombana terpilih, asal PAN terancam tidak dilantik akibat terindikasi cacat administrasi atau tidak memenuhi syarat administrasi pilcaleg 2014.

Kedua caleg masing-masing bernama Andi firman untuk Dapil Rumbia dan Musrif di Dapil Kabaena dilaporkan ke Bawaslu Provinsi Sultra. Keduanya diduga tidak menyertakan syarat administrasi pemilu berupa formulir BB5 atau surat pengunduran diri dari partai lain ke KPUD Bombana

“Andi firman itu pernah caleg di Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan) dari partai PBR, sementara Musrif pernah caleg di Bombana dengan partai Republikan. Keduanya, tidak menyetorkan formulir BB5 sebagai syarat pencalonan. Kami miliki data itu, makanya kami laporkan ke Bawaslu” ungkap Direktur Badan Eksekutif KPUD Wacth Sultra, Muhamad Taflin Sury melalui via telpon Senin (22/9)

Dijelaskan, meski kedua caleg PAN ini terpilih, namun agenda pelantikan 1 Oktober mendatang harus dibatalkan. Bahkan kata Taflin, KPUD Bombana harus menggugurkan nama pencalonan kedua caleg ini, sebelum ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT).

“KPUD itu harus mengambil langkah. Pertama batalkan penetapan calon terpilih bagi kedua caleg PAN ini. Otomatis agenda pelantikan hingga pencalonan keduannya ikut dibatalkan. sebab mereka tidak memenuhi syarat administrasi pemilu. Jika hal itu tidak dilakukan, saya akan laporkan ke KPU Provinsi, KPU pusat hingga DKPP,” tegasnya

Tidak disertakannya formulir BB5 kata Taflin merupakan pelanggaran atas Undang-Undang Pilcaleg tahun 2012, surat edaran KPU nomor 229 tahun 2013, serta putusan Mahkama Konsitusi nomor 39 tahun 2013 terkait keterlibatan caleg dari partai lain.

Atas kasus ini, Taflin mengaku sudah melaporkan kasus ini kepada pihak Ombusmen RI Sultra, KPUD, hingga Bawaslu Sultra (15/9).

Saat dikonfirmasi Ketua Bawaslu Provinsi Sultra, Amiruddin Udu membenarkan laporan dan mengaku sementara mengkaji aduan KPUD wacht Sultra ini. “Untuk waktu aduan pemilu, memang sudah terlambat. Namun kami sementara mempelajari aduan kasusnya,” singkatnya melalui via telpon. (DAR)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Pendidikan

To Top