Connect with us

Drainase Buruk, Banjir Ancam Warga Kota Bombana  

Uncategorized

Drainase Buruk, Banjir Ancam Warga Kota Bombana  

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Warga Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara selalau dihantui ancaman bahaya banjir. Asal hujan sedikit saja, masyarakat langsung keluar rumah mengamati drainase (selokan) yang airnya kerap meluap ke rumah penduduk

Sejak mekar sepuluh tahun lalu dari otoritas Kabupaten Buton, nasib warga Rumbia ibukota Kabupaten Bombana selalu dirundung sedih. Genangan air yang bercampur lumpur jadi persoalan yang tak pernah pupus. Apa lagi tragedi juni 2012 lalu, ibukota sempat dilanda banjir setinggi 1 meter.

Anehnya, pemkab sempat membuat sejumlah drainase kota pasca banjir tahun lalu. Tapi entah dibuat asal jadi atau perencanaan yang tidak matang, sehingga genangan air itu jadi hantu yang tak pernah berhenti.

Aco warga Rumbia mengisahkan selokan yang dibuat dalam kota amat kecil. Sehingga terkadang tak mampu menampungnya arus air. “Kalau hujan tengah malam, ya terpaksa kita bangun. Sebab air mau masuk ke dalam rumah,” terangnya.

Belum lagi selokan yang dinilai warga amat mungil itu gampang tersumbat. “Tiap hujan deras sekitar satu jam, warga panik dan terpaksa keluar rumah. Mereka memeriksa setiap selokan jangan sampai ada yang tersumbat. Sebab bukan rahasia lagi, genangan air mulai menjalar kemana-mana,” tutur ono warga Rumbia lainnya.

Kondisi rawan itu kerap terjadi di kelurahan Lampopala, Kelurahan Doule, kelurahan Rumbia hingga daerah sepanjang jalan yos Sudarso. Beberapa rumah penduduk yang berada dibawah ketinggian drainase jadi langganan genangan air.

Dituturkan, asal meluap sedikit saja air dari drainase yang dinilai sempit itu, jadi ancaman banjir bagi rumah peduduk. Warga Ibukota berharap pemkab Bombana lekas mengatasi persoalan selokan air yang  membuat keseharian warga jadi tidak tenang bila musim hujan. (DAR)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top