Connect with us

DPRD Sultra Tetap Usul PAW Syamsul Ibrahim

Hukum & Kriminal

DPRD Sultra Tetap Usul PAW Syamsul Ibrahim

KENDARI, SUARA KENDARI.COM, Tidak ada alasan untuk menghentikan proses Pengganti Antar Waktu (PAW), Syamsul Ibrahim, sebagai seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra). Sekretaris Dewan, Nasruan, menjelaskan bahwa pihaknya telah bersurat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPu) Sultra terkait usulan yang disampaikan Partai Demokrat untuk segera melakukan PAW kepada Syamsul Ibrahim.

 “Kami hanya menjalankan tugas kami, kami sudah mendapatkan usulan dari Partai Demokrat bahwa yang akan menjadi PAW dari Syamsul Ibrahim yakni Fatmayani, kalaupun KPU Sultra bersurat lagi kepada kami ada mekanisme lain yang harus dilakukan, kami tidak ingin berandai-andai,” terang Nasruan.

Menurutnya, selama ini prosedur dan mekanisme untuk melakukan PAW terhadap salah seorang legislator dilakukan secara bersamaan, yakni pemberhentian dan pengusulan nama baru sesuai dengan usulan dari partai. Ia tidak ingin mengandai-andai, jika ada aturan baru yang menyebutkan harus dilakukan pemberhentian dulu, kemudian PAW. Pasalnya, selama ini tidak ada proses PAW yang dilakukan seperti itu.

 “Saya tidak ingin katakan misalnya, tugas saya hanya bersurat kepada KPU Sultra dan itu sudah saya lakukan, kalau berandai-andai saya tidak mau, karena saya juga punya dasar hukum yang jelas dalam menjalankan tugas saya,” tegasnya.

Sesuai dengan UU No 27 Tahun 2009 dalam Pasal 337 tentang Susunan dan Kedudukan DPR, DPD dan DPRD sudah jelas tidak boleh ada kevakuman didalamnya. “Sekarang begini, secara logika kita berfikir, kalau seandainya ada kevakuman yang terjadi didalamnya, maka dengan kata lain suara Partai Demokrat akan kosong karena diberhentikan dulu baru diurus lagi PAWnya, saya tidak ingin seperti itu, saya hanya ingin menjalankan tugas saya sesuai dengan aturan,” ujarnya. (LINA)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top