DPRD Sultra: Komisioner Dipecat karena Judi adalah Pelajaran

SUARAKENDARI.COM, Suwandi Andi yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Komisi II yang juga merupakan Dapil dari Kabupaten Buton, mengatakan bahwa dipecatnya dua KPU Kabupaten Buton, Sarmudin dan M.Wahyudin oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dapat dijadikan sebagai pelajaran.

Meskipun disisi lain ia juga menyayangkan apa yang telah tertimpa kepada dua komisioner tersebut. “Kita sayangkan juga ini terjadi kepada penyelenggara pemilu, tapi itulah ganjaran yang harus didapatkan karena sudah lalai,” katanya, Jumat (26/06/2015).

Sebagai wakil rakyat, ia memberikan apresiasi terhadap kinerja DKPP, dimana DKPP sangat konsisten terhadap peraturan yang sudah ada.

“Sudah seperti itulah, DKPP harus konsisten, sanksi pemecatan yang diberikan kepada dua komisiner buton tentu sudah melalui pertimbangan, tidak mungkin salah dalam memberikan keputusan,” katanya.

Ia berharap hal serupa seperti itu tidak akan tertimpa kepada komisiner yang lain atau penjabat publik karena harus sadar betul bahwa amanah yang diemban dan penjabat merupakan contoh bagi masyarakat.

Hal serupa juga dikatakan La Pili selaku anggota Komisi I DPRD Sultra. Menurutnya, sanksi pemecatan yang diberikan kepada Sarmudin dan M.Wahyudin harus bisa diterima dengan lapang dada.

“Anggap saja ini merupakan nasehat agar lebih berhati-hati dalam penyelenggaraan tugas karena masih ada tugas yang lebih berat lagi, mudah-mudahan bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi,” harapnya.

Sebagai tambahan, DKPP telah memutuskan untuk memberikan sanksi kepada dua komisioner yakni Sarmudin dan M.Wahyudin karena kedapatan sedang bermain judi, sementara La Rusuli diberikan sanksi berupa penurunan jabatan sebagai Ketua KPU Buton karena dinilai membiarkan dua komisionernya bermain judi.(LINA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *