Connect with us

Ditegur Warga, Dua Oknum Brimob keluarkan Tembakan di Lokasi Hiburan

Metro

Ditegur Warga, Dua Oknum Brimob keluarkan Tembakan di Lokasi Hiburan

KENDARI, SUARAKENDARI.COM–Gaya koboi kembali ditunjukkan oknum polisi. Dua orang yang diduga oknum Brimob Polda Sulawesi Tenggara menodongkan pistol kepada Ahmad Daulani (33), warga Jalan Lawata, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Rabu dini hari. Insiden itu terjadi di salah satu karoke NAV di jalan MT Haryono Kelurahan Wuawua, Kendari.

Tak hanya itu, oknum Brimob bahkan sempat melepas tembakan ke atas udara hingga menembus plafon teras tempat hiburan malam tersebut.

Daulani menceritakan, kejadian itu berawal saat salah satu oknum tersebut, menyapa salah seorang perempuan yang ditemani korban. Korban kemudian memanggil oknum brimob tersebut dan meminta untuk tidak mengganggu wanita yang sudah memiliki suami, pelaku langsung lalu marah dan menarik hingga mendorong korban masuk loby karoeke. Kemudian rekan pelaku datang dan menondongkan pistolnya, korban lalu meminta maaf karena merasa bersalah, namun kedua oknum yang diduga Brimob tetap menodongkan pistolnya terhadap korban.

Dua kasir karoeke NAV yang melihat peristiwa itu panik dan meninggalkan tempat, sementara pengunjung lainnya berlarian keluar akibat ketakutan melihat peristiwa tersebut. Namun saat di luar tempat karoeke itu, kedua oknum yang diduga Brimob melepaskan tembakan sebanyak lima kali. akibatnya plafon karoeke NAV bocor karena peluru.

“Kejadian ini akan saya laporkan ke Propam Polda pak, saya ditodong pistol oleh dua orang mengaku Brimob, saat saya ditodong kedua oknum itu berkata, “saya tembak, pecah kepala kamu, saya bilang maaf jika saya salah pak, tetapi tetap ditondongkan hingga masuk ke loby tempat karoeke. Dua kasir yang bertugas malam itu panik dan lari meninggalkan meja kasirnys,” tuturnya Ahmad Daulani, Rabu (5/3) di kediamannya.

Daulani mengaku akan segera mengumpulkan bukti-bukti dan saksi, untuk selanjutnya akan dilaporkan ke propam Polda Sulawesi Tenggara. ”Saat ini, saya mengumpulkan bukti dan saksi untuk laporan, saya juga sudah dihubungi pihak kepolisian untuk memastikan, apakah pelaku itu benar oknum Brimob atau bukan. Bukti lain, adanya bekas puluru yang tembus ke plafon karoeke NAV, ” katanya.

Menurut Daulani, kedua oknum Brimob itu menggunakan kendaraan Yaris atau mobil Ayla berwarna merah dengan nomor polisi DT. 7671. Sementara kode belakang pelat mobil tersebut, dihitamkan sehingga korban tidak mengetahuinya. Korban kemudian mengecek nota pada kasir untuk mengetahui nama oknum tersebut. setelah dicek, korban mengetahui bernam Agus. “Bukan jaminan nama yang digunakan itu, tetapi bisa jadi itu nama aslinya,” ujarnya.

Kedua oknum tersebut, diajak pulang oleh rekan wanitanya. Namun sebelum pulang, mereka mengancam akan membawa satu mobil Brimob, namun korban menunggu oknum tersebut tak kunjung datang. “Mereka mengancam akan datang lagi membawa satu truk Brimob, setelah itu, diteras mereka secara bergantian menembak kearah atas dan mengenai plfon karoeke NAV,” papar Daulani.

Sementara itu, salah seorang pengelola karoeke NAV, Harun membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengaku mendapat laporan dari karyawan yang bertugas malam itu. Selain laporan pihaknya sudah melihat CCTV.

“Di CCTV ada dua orang diduga dari kepolisian menondong pistol terhadap korban, namun masalah itu, kami tidak akan keberatan tetapi menjadi laporan kami ke managemen NAV di Jakrta,” terangnya.

Kapolres Kendari AKBP Anjar Wicaksana yang coba dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut mengatakan belum mendapatkan laporan. “ saya cek dulu ya mbak, karena sampai sekarang belum ada laporan saya terima,” ungkap Anjar singkat.KIKI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top