Connect with us

Disinyalir Honorer Siluman, Dua Lulusan K2 Diusir dari Kantor Diklat

Uncategorized

Disinyalir Honorer Siluman, Dua Lulusan K2 Diusir dari Kantor Diklat

 

RAHA, SUARAKENDARI.Com-Pengumuman CPNSD Honorer melalui jalur K2 oleh Menpan pekan lalu, menimbulkan sejumlah masalah di Kabupaten Muna. . Salah satu contoh terjadi di Instansir Badan Diklat Kabupaten Muna. Gara -gara disinyalir honorer  siluman, 2 wanita tenaga honorer yang lolos dalam seleksi CPNSD K2 diusir saat mereka datang ke instansi Diklat Muna.

“Saya usir mereka kenapa datang kesini, Nanti sudah lulus baru mengaku honorer, Sebelumnya kemana? Sana pulang saja, “kata salah seorang honorer yang enggan disebut identitasnya  kepada dua orang honorer yang lulus CPNS K2.

Rupanya tindakan pengusiran 2 orang tenaga honorer yang lolos dalam seleksi CPNS K2 ini sebagai aksi protes honorer asli (yang benar benar mengabdi, Red) Pasalnya, kedua orang tersebut, sebelumnya disinyalir  tidak pernah mengabdi di kantor badan diklat.

“Tidak pernah kami lihat batang hidungnya honor di Diklat. Nanti sudah lulus cpns, baru mau datang ikut kerja bakti, “ujar pegawai itu.

Menurut dia, di Badan Diklat hanya ada lima orang tenaga honorer. Mereka mengantongi SK pengabdian dari tahun 2005-2013, aktif berkerja dan  menerima gaji sebagai pegawai honorer setiap bulan yang dianggarkan di APBD Muna.

Dari 932 honorer k2 Muna yang lulus seleksi cpns, setidaknya ada lima orang yang mereka sebut menjadi honorer siluman di Badan Diklat Muna, yakni Wa Ode Asmi, La Ode Lopo, Wa Ode Nima, Wa Mora dan Hasriande. Kelima orang tersebut, diketahui pernah datang ke Diklat, sebatas  untuk mengurus berkas. Akan tetapi, tidak pernah masuk mengabdi selayaknya pegawai honorer.

“Saya bisa pastikan itu karena kami berlima ini yang tiap hari masuk kerja. Kami yang aktif pengurusan apapun dalam rangka kediklatan, “ujar sember itu.

Sementara itu, Sekretaris Badan Diklat Muna, Fajaruddin saat dikonfirmasi mengatakan Badan Diklat, hanya memiliki lima orang orang honorer yang sehari-harinya masuk berkerja.

Namun demikian menurut  Fajaruddin, Diklat Muna juga memiliki honorer lepas. yang tidak diwajibkan hadir setiap hari . Mereka (honorer lepas, red) , dipanggil pada saat banyak kegiatan dan mendesak di Diklat saja.” Kalau  hari Jumat mereka datang isi absen dan ikut kerja bakti atau ada kegiatan mendesak kita panggil mereka, “tambah  Fajar.

Terkait jumlah honorer lepas yang dimilikinya, Fajaruddin mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Semua  ada absen dan dokumentasinya, “jelasnya..

Saat disinggung terkait insiden pengusiran yang dilakukan pegawai honorernya mantan Sekretris Disnakertrans Muna ini, mengakui tidak mengetahuinya. “Saya tidak  soal insiden itu, “pungkas Fajarudin.  ( TRI )

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top