Connect with us

Disangka Korban Air Asia, Mayat Seorang Nelayan Bikin Geger Warga Bombana

Uncategorized

Disangka Korban Air Asia, Mayat Seorang Nelayan Bikin Geger Warga Bombana

BOMBANA, SUARAKENDARI-Melaut selama tiga hari, Abdul Rahim Daeng Rala (49) seorang nelayan asal Desa Tamalate Kecamatan Galengsing Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, merenggang nyawa diatas sampan sendiri saat melaut di perairan Pulau Kabaena Kabupaten Bombana Kamis, (12/2)

Kondisi mayat sudah membusuk, saat dievakuasi anggota satuan Polsek Rumbia di Pelabuhan Kasipute, Bombana Minggu (15/2). Sejumlah warga berbondong bondong amati mayat sebab tersiar kabar bahwa mayat tersebut merupakan mayat dari penumpang pesawat air Asia yang jatuh di Perairan Kalimatan

Kapolsek Rumbia Ipda Arman, SH saat dikonfirmasi di Tempat Kejadian Perkara langsung meluruskan informasi sepihak tersebut. “Ini mayat seorang nelayan, bukan korban dari pesawat Air Asia,” terang Arman

Almarhum diketahui meninggal diperairan Kabaena, saat jasadnya diantar oleh anaknya sendiri, Lukman (19) pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 wita di pelabuhan Rumbia ibukota kabupaten Bombana.

Kepada polisi, Lukman (19) mengaku ayahnya meninggal secara tiba tiba saat keduanya memancing bersama diperairan Pulau Kabaena. “Bapak saya itu tidur awal kira-kira pukul pukul 8 malam. Begitu saya lihat dia sudah meninggal. Terlambat saya antar, sebab mesin kapal kami itu tiba tiba macet ditengah laut,” terang Lukman.

Meski begitu, polisi masih menyelidiki musabab kematian almarum yang diketahui telah menetap sementara, di Kelurahan Lampopala Kecamatan Rumbia. “saat ini masih tahap penyelididkan. Jasad almarum sudah kami antar di RSUD Bombana guna pemeriksaan. Sedangkan Lukman kami amankan sementara waktu untuk diminta keterangan lebih lanjut,” ujar Ipda Arman.

Sementara itu, dr. indah, salah satu Dokter umum RSUD Bombana Rumbia menduga korban sudah meninggal sejak tiga hari lalu. “kira kira meninggal sudah tiga hari lalu. Kondisi mayat sudah membusuk dengan tubuh sudah hitam. Sementara sebagian kulitnya, sudah terkupas. Tubuhnya itu sudah mengeluarkan gas. Butuh autopsi untuk mengetahui lebih lanjut, sebab kami baru visum luar, sedangkan autopsi itu kami belum miliki alatnya, mayat kecuali diantar RSUD provinsi ,” terangnya dr indah. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top