Connect with us

Dirut PT Bososi dan Komisari PT TNB JadiTersangka Kasus Tambang

Suara Lingkungan

Dirut PT Bososi dan Komisari PT TNB JadiTersangka Kasus Tambang

 

KONAWE.SUARAKENDARI.COM Polres Konawe menetapkan Direktur PT Bososi dan Komisaris PT Terminal Niaga Bersatu (PT TNB) sebagai tersangka dalam kasus Ilegal maening penjualan ore mentah terjadi di Desa Morombo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara. Polisi menetapkan dua orang menjadi tersangka masing-masing berinisial AU dan MS yang merupakan petinggi ke dua perusahaan tambang tersebut setelah kepergok melakukan kegiatan pengiriman  nikel atau ore dan melakukan penambangan di luar areal kawasan produksi.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Konawe, AKBP Dr Barito Mulyo Ratmono, saat menggelar jumpa pers, di Mapolres Konawe, Jumat Siang (20/6), penetapan tersangka berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan beberapa bukti yang berhasil di kumpulkan. Sejumlah aset dan dokumen milik dua perusahaan tersebut ikut disita.

” Setelah mencermati, bukti yang telah di sita ,keterangan saksi- saksi ditambah dengan keterangan ahli, dan kita mengkaji unsur unsur pasal perundang undangan, dan menentukan alat bukti yang sah, kami telah menetapkan  dua tersangka, pertama berinisial AU menjabat sebagai Direktur utama PT Bososi, kemudian tersangka merikutnya inisial MS menjabat sebagai Komisaris PT TNB,”ungkap Barito.

Polisi memiliki 4 alat bukti untuk menjerat keduanya, diantaranya, berdasarkan keterangan saksi, keterangan ahli, dokumen  perusahaan. “Berdasar  KUHP apabila telah memilik minimal dua alat bukti yang sah, statusnya bisa di tetapkan menjadi tersangka,” ujarnya.

Dasar penentuan tersangka, kata Barito, berdasarkan kesesuaian ada kesesuaian antara keterangan saksi dan dokumen yang telah disita, dan adanya keterangan dari saksi ahli sehingga menjuruslah pada  dua nama tersebut.

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Hanif Fatih Wicaksono, berdasarkan penyidikan, ke dua perusahaan tersebut dipastikan melakukan kerja sama melakukan penjualan ore secara ilegal, dan diduga melakukan penambangan di luar kawasan yang ditetapkan.

” Jadi perusahaan PT TNB merupakan JO PT Bososi, di mana PT TNB tidak bisa melakukan penjualan, pemanfataan, ore atau nikel ketika tidak ada SPK atau tidak ada perintah dari PT Bosos. PT TNB sendiri tidak bisa melakukan penjualan ore karena kapasitasntya sebagai JO. Sementara kejanggalan lain PT TNB melakukan aktifitas penambangan di luar IUP PT Bososi, dan dokumen pengiriman ore nikelnya menggunakan dokumen PT Bososi, sehingga dapat di pastikan PT Bososi terlibat melakukan Ilegal maening secara bersama – sama,”ujar Hanif.

Jajaran Polres Konawe juga memastikan bahwa Dokumen – dokumen lain yang akan di lengakapi juga sudah ada dan dalam proses penyitaan berikutnya dalam pengembangan kasus selanjutnya antara lain, IUP eksplorasi dan IUP operasi produksi,kemudian ada dokumen kontrak kerja sama, kontrak penyewaan alat berat, kontrak penyewaan tongkang, dan dokumen pengiriman ore. Hingga saat ini sudah 16 saksi yang di periksa, di tambah saksi ahli dari Distamben Provinsi Sulawesi Tenggara.

Polres Konawe juga berhasil menyita Barang Bukti, berupa, Material ore, ekskapator, tongkang, 1 unit Mother Vesel, Dokumen perjanjian jual beli nikel, beberapa lembar pembayaran harga ore Nikel transaksi Bank, Peta Wilyah IUP milik PT Bososi, dan areal penambangan PT TNB, Dokumen pengapalan dari PT TNB, Dokumen pengapalan darI Kakanpel Syahbandar.

Hingga kini ore yang di sita di Cilegon sementara sudah tahap lelang, setelah ada penetapan dari pengadilan sudah di daftarkan di balai lelang, hingga saat in belum terjual, di mungkinkan pihak kepolisian akan melakukan pelelangan ulang Untuk perkembangan mengenai adanya tersangka lain dalam kasus ini.

Kapolres yang di dampingi Kasat Reskrim dan Kanit II, Polres Konawe menegaskan, penyidikan masih akan terus dikembangkan dan dimungkinkan akan ada tersangka baru. “Karena kami tidak pernah bicara katanya – katanya, kami masih melengkapi seluruh dokumen dokumen, bila itu bisa di jadikan alat bukti yg sah akan di mungkinkan akan ada tersangka baru, dipastikan pemriksaan tidak akan berhenti pada dua tersangka ini, “tutup Kapolres.

Hingga penetapan dua nama tersangka ini di tetapkan, pihak kepolisian polres konawe sendiri belum memanggil para tersangka,untuk di mintai keterangannya, rencananya minggu depan akan dipanggil, untuk mengantisipasi tersangka kabur, pihak kepolisan akan berkoordinasi dengan phiak imigrasi unutk melakukan pencekalan. Pasal yang diterapkan dalam kasus penyidikan ini, Polisi menjerat para tersangka akan menggunakan Pasal 158 – subsider pasal 161 UU RI.(MAN)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top