Connect with us

Diprotes Oknum Kasek Manipulasi Data K2

Uncategorized

Diprotes Oknum Kasek Manipulasi Data K2

 

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM- Merasa dicurangi, puluhan honorer kategori 2 atau K2 yang ada diwilayah Kolaka dan Kolaka Timur mendatangi kantor BKD Kolaka. Kedatangan mereka untuk memperjelas sejumlah masalah yang timbul. Diantaranya penggunakaan SK bodong oleh oknum kepala sekolah sampai dengan aksi penyuapan pelulusan K2. Mereka yang menyambangi kantor BKD ini adalah yang tidak lolos saat pengumuman K2 melalui system online.

Sebagian besar dari mereka yang datang memprotes berprofesi sebagai guru dan tersebar disejumlah daerah. Kekecewaan mereka didasari permainan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah yang dinilai mencedarai perjuangan pengabdian mereka. Mereka pun mendesak untuk bertemu dengan pihak BKD dan Bupati Kolaka.

Salah satu honorer K2 yang tidak lulus bernama Rosdiana mengatakan banyak yang masuk sebagai tenaga honor tahun 2008 justru diluluskan ketimbang dirinya yang honor sejak 2005 silam.padahal sesuai dengan aturan seharusnya mereka yang tercover  adalah tenaga honorer tahun 2005. “Saya sejak 2005 dan dibuktikan dengan SK pengangkatan. Sementara ada yang baru masuk honor dan selama ini masih kuliah di kota Makassar justru lulus hanya karena SK nya dimanipulasi, sebab bapaknya seorang kepala sekolah di Kecamatan Toari,” tegasnya.

Keluhan yang sama juga dikatakan oleh Madeyang,SPd. Guru Bahasa Indonesia yang telah mengabdi di SMAN 1 Wundulako sejak tahun 2004 ini mengaku kecewa, sebab ada guru di sekolah tempatnya mengajar yang masuk honor tahun 2008 yakni Murniati, seharusnya tidak lulus, justru di luluskan.  “Disini kami menilai telah terjadi kecurangan dan ada indikasi Murniati membayar, sebab pernah dia bilang kalau sampai Rp 50 juta dia siap.”Kata Madeyang.

Mereka yang melakukan aksi preotes tersebut menduga sebagian kepala sekolah menggunakan SK bodong dalam kelengkapan administrasi yang ada. Bahkan serentak mereka berteriak “orang miskin dilarang jadi pegawai”. Kosa kata ini keluar serentak dan spontan dari mereka yang protes lantaran rasa kesal mereka.

Ditempat yang terpisah, sekertaris BKD Kolaka, Hj. Andi Wahida mengatakan pihaknya telah memberikan keterangan dan pengertian kepada mereka yang tidak lulus K2. “Kami sudah beri pemahaman dan masalah protes yang diucapkan kita akan menuggu hasil rapat di BKD Provinsi. Kalau SK bodong saya akan bicarakan sama pak Bupati dan kita tunggu saja perkembangannya,” tutupnya. ABDI

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top