Connect with us

Dipecat Rektor, Dua Mahasiswa Lapor ke LBH Kendari

Suara Pendidikan

Dipecat Rektor, Dua Mahasiswa Lapor ke LBH Kendari

KENDARI, SUARAKENDARI.COM, Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dikeluarkan atau di Drop Out (DO) dengan alasan mencoreng kewibawaan lembaga dan tidak amanah masing-masing Filman Ode yang merupakan mahasiswa FKIP dan Fahreza Eka Putra yang merupakan mahasiswa FISIP akhirnya melaporkan pemecatan tersebut kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari. “Kami berdua melaporkan tindakan pemecatan pada LBH Kendari,”kata Filman.

Saat masih berstatus mahasiswa Filman Ode merupakan Sekretaris BEM sedang Fahreza merupakan Sekretaris MPM.

Ketua LBH Kendari, Anselmus Masiku SH membenarkan adanya pengaduan dari dua mahasiswa UHO yang dipecat. Ia menjelaskan kronologi pemecatan kedua mahasiswa tersebut yang bermula saat pembukaan Expo Prodi yang diselenggarakan pada tanggal 1 September 2014 lalu.

“Awalnya, dua mahasiswa yang dipecat itu pada saat pembukaan Expo Prodi bertanya kepada Rektor UHO, Usman Rianse, terkait kegiatan yang diselenggarakan tersebut namun tidak melibatkan kelembagaan kampus, hanya memang cara bertanyanya langsung naik diatas panggung, mungkin itu yang dipermasalahkan, setelah bertanya seperti itu, hanya dalam waktu 1×24 jam langsung dikeluarkan surat pemecatan,” terang Anselmus, Rabu (10/9/2014).

Menurutnya, pihak kampus mengeluarkan kedua mahasiswa tersebut berdasarkan Pasal 26 ayat 1 dan 2 tentang Peraturan Akademik yang dinilai telah mencoreng kewibaan lembaga.

Namun demikian, setelah dikaji kembali, alasan tersebut tidak kuat jika hanya karena tindakan tersebut langsung dikeluarkan dari kampus tanpa adanya pembelaan dari mahasiswa yang bersangkutan.

“Salah juga jika pihak kampus langsung memecat mahasiswa tanpa adanya proses, harusnya diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan terlebih dahulu atau melalui rapat senat bukan langsung dikeluarkan,” jelasnya.

Untuk itu, dalam kurun waktu satu hingga dua pekan kedepan, pihaknya akan mempersiapkan bukti dan materi untuk menindak lanjuti kasus tersebut.
“Rencanannya kami akan ajukan gugatan ke pengadilan Tata Usaha Negara, tergugatnya Rektor UHO sendiri, kami akan mengupayakan untuk tetap memperjuangkan apa yang menjadi hak dari mahasiswa,” ujarnya. (LINA)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Pendidikan

To Top