Connect with us

Dilarang Berjualan di Kawasan RTH

Penjual Kerang di kota kendari

Suara Lingkungan

Dilarang Berjualan di Kawasan RTH

KENDARI, SUARA KENDARI.Com – Tidak ada alasan bagi nelayan kerang-kerangan dan kepiting untuk tetap bertahan berjualan di sekitar jalan Bay Pass menuju jembatan triping. Pasalnya, pihak pemerintah telah membatasi bagi nelayan tersebut untuk berjualan.

Hamzah, salah seorang nelayan kepiting mengeluhkan sikap pemerintah yang melarang ia dan teman-temannya yang lain untuk menyambung hidup melalui hasil tangkapannya.

Menurutnya, ia bersama temannya yang lain tidak dapat berjualan di pagi hari karena pihak Satpol PP akan melakukan penertibatan di kawasan tersebut.

“Saya juga tidak tahu alasan pemerintah apa, yang jelas kami hanya bisa berjualan di sore hari karena kalau di pagi hari, meja jualan kami diamankan Satpol PP, jadi kami hanya bisa berjualan di sore hari mencuri waktu saja,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut sangat disayangkan karena selama ini ia hanya membiayai kebutuhan keluarganya dari hasil tangkapan kerang-kerangan kemudian dijual. “Kalau tempat yang tetap saya tidak punya, kalau mau sewa lods juga uang dari mana, sementara saya hidup pas-pasan,” ujarnya.

Ia berharap agar pemerintah bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan, apalagi ia hanya menggantungkan hidupnya dari hasil jualannya tersebut.

“Mudah-mudahan ada solusi yang diberikan kepada kami, supaya kedepannya kami bisa diizinkan untuk berjualan mulai dari pagi hari, kalau hanya sore hari penghasilan saya tentu sangat terbatas,” harapnya.

Kabag Humas Kota Kendari, Trikora Irianto, mengatakan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah tersebut merupakan kebijakan tepat demi tata kota, sehingga pemandangan Kota Kendari tidak terkesan semrawutan.

“Bukannya pemerintah kejam atau apalah namanya, tapi ini hanya diatur saja supaya kota kita tidak kelihatan kumuh, pemerintah juga sudah menyediakan beberapa pasar serta pelelangan kalau ada hasil tangkapan nelayan, tidak seharusnya buat tempat jualan sendiri,” tegasnya.

Trikora juga menuturkan bahwa pedagang yang berjualan di sekitar jalan Bay Pass tersebut baru bermunculan akhir-akhir ini, sehingga sangat mengganggu pemandangan kota.

Alasan utama bagi pemerintah menegaskan aturan tersebut karena kawasan itu masuk dalam kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sehingga tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas jual beli. (LINA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top