Connect with us

Dilaporkan Sang Istri, Pengguna Sabu Ditangkap Polisi

Daerah

Dilaporkan Sang Istri, Pengguna Sabu Ditangkap Polisi

KOLAKA, SUARA KENDARI.Com- Kepolisian Sektor (Polsek) Pomalaa, Sulawesi Tenggara meringkus Hendra Wijaya alias Alan (29) karena membawa dua paket sabu-sabu yang disimpan ke dalam bungkusan rokok. Lelaki ini ditangkap di jalan poros Pomalaa – Kolaka, tepatnya di Desa Pelambua Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka.

 

Kepala Polsek Pomalaa Inspektur Polisi Satu (Iptu) Achmad Ardhy menyatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan istrinya sendiri yang menyebutkan bila Alan  sering memakai narkoba jenis sabu-sabu di rumah kosnya yang ada di Kecamatan Pomalaa. Bahkan, istri pelaku  membawa beberapa bekas paket sabu-sabu yang telah digunakan pelaku selama ini ke kantor polisi.

 

Setelah mendapat laporan, personel Polsek Pomalaa langsung menunggu pelaku di pinggir jalan dan menghentikan mobil yang dibawa oleh pelaku. Saat itulah, polisi langsung melakukan penggerebekan. Dari tangan Alan, aparat mendapatkan dua paket sabu-sabu seharga Rp 300 ribu per paket yang disembunyikan pelaku di dalam bungkusan rokoknya.

 

Usaha polisi pun tidak sampai di situ. Mereka langsung melakukan penggeledahan di rumah kos pelaku. Di sana, mereka mendapatkan dua unit handphone,   satu paket alat hisap sabu-sabu, dan puluhan plastik kosong tempat menyimpan sabu-sabu yang sudah digunakan . Di hadapan polisi, warga Dusun II Desa Horodopi Kecamatan Benua Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) ini mengaku mendapatkan barang haram itu dari seorang pemasok yang ada di Kolaka.

 

“Untuk itu, kami terus melakukan pengejaran kepada pemasok tersebut. Identitasnya sudah kami ketahui dan demi kepentingan penyelidikan, kami tidak bisa beberkan kepada teman teman wartawan,” katanya, Rabu (29/01/2014).

 

Pihaknya telah melakukan tes urine kepada tersangka dan hasilnya negatif. Maka dari itu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku kini harus meringkuk di sel Polres Kolaka. Lelaki yang bekerja sebagai operator ekskavator ini dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 127 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

 

Alan sendiri mengakui jika dua paket sabu-sabu itu adalah miliknya. Alan mengaku telah memakai narkoba jenis sabu-sabu selama tiga bulan. “Adapun sabu-sabu itu saya dapatkan dari pemasok yang tinggak di Kolaka,” tutupnya. ABDI

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top