Connect with us

Diduga Terlibat Pembalakan Liar, Satu Oknum Polisi dan Staf Kehutanan Konut Ditangkap

Suara Lingkungan

Diduga Terlibat Pembalakan Liar, Satu Oknum Polisi dan Staf Kehutanan Konut Ditangkap

 

KENDARI, SUARAKENDARI.COM – Kepolisian daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) menangkap seorang anggota polisi berpangkat bintara, karena terlibat kasus pembalakan liar di kawasan hutan Konawe. Selain itu, polisi juga menahan seorang staf kehutanan selaku pejabat pembuat izin SKSB berinsial NS. Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sultra, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dul Amin mengatakan, selain dua orang itu pihaknya juga berhasil mengamankan 4 pemilik kayu dan satu orang tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

“ Kita serius dan tidak main-main. Maka dari itu saya tidak akan tangguhkan tersangka pembalakan liar oknum anggota polri yang selama ini menghianati tugasnya, karena kasus pembalakan liar akan mengakibatkan bahaya yang sangat dahsyat seperti yang terjadi di Sumatera,” terang Dul di Polda Sultra, Selasa (18/3/2014).

Oknum polisi itu menurut Dul, tidak hanya bertugas mengawal tetapi terlibat langsung dalam kegiatan illegal logging tersebut. Saat ini pihaknya, kata Dir Reskrimsus tengah menangani 14 perkara illegal logging. Beberapa barang bukti berupa kayu dan truk pengangkut kayu illegal juga disita.

Sementara itu, Kapolres Konawe AKBP Barito mengungkapkan, oknum polisi dan pembuat izin SKSB dari dinas kehutanan Konawe Utara sudah beroperasi sejak lama. Tetapi pihaknya baru bisa membukti keterlibatan kedua oknum tersebut untuk kasus pembalakan liar di hutan produksi Konawe Utara.

“ oknum polisinya dari salah satu polsek di sini, nah oknum dinas kehutanan itu sudah lama melakukan kegiatan ilegalnya, tapi kali ini terbukti,” jelasnya, Selasa (18/3/2014).

Keterlibatan oknum penerbitan izin dari dinas kehutanan kata Barito, setelah pihaknya menangkap truk puso yang memuat kayu lengkap dengan dokumennya awal Maret lalu. Setelah dokumen diperiksa ternyata kayu tersebut tidak sesuai dengan lokasi penebangannya.

“ Dalam dokumen yang diterbitkan kayu itu berasal di hutan X, setelah kita lakukan lacak balak ternyata kayu itu bukan di lokasi yang ada dalam dokumen itu dan berasal dari kawasan hutan produksi terbatas,” ungkap Kapolres Konawe.

Lebih lanjut Barito menjelaskan, kayu hasil penebangan liar sebanyak 758 batang kini menjadi barang bukti hasil illegal logging. “ tersangka semuanya ada tujuh orang, satu orang yakni SR masih DPO. Sedangkan YG, ST, MH, AH dan BY yang merupakan pemilik kayu sudah kami tahan,” ujarnya.

Pihaknya tambah Barito berhasil menangkap dua kelompok pelaku pembalakan liar di dua wilayah berbeda. “ Ada dua kelompok itu menebang di hutan Meluhu Konawe dan Hutan Molawe di Konawe Utara,” tutupnya.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Suara Lingkungan

To Top