Connect with us

Diduga Korupsi Milyaran Rupiah, Sejumlah Pejabat Pemda Kolut Diperiksa Polisi

Hukum & Kriminal

Diduga Korupsi Milyaran Rupiah, Sejumlah Pejabat Pemda Kolut Diperiksa Polisi

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Polres Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara memeriksa sejumlah pejabat dan mantan pejabat di Pemda Kolaka Utara. Hal ini terkait dengan dugaan Korupsi penyalahgunaan sumbangan pihak ketiga dari sejumlah perusahaan tambang didaerah tersebut. Nominalnya pun mencapai Rp. 3 Milyar lebih, dari total sumbangan senilai Rp. 6,2 Milyar untuk periode 2011 hingga 2013.

Sumbangan pihak ketiga dari perusahaan tambang ke Pemda Kolaka Utara itu melalui pungutan bongkar muat barang dalam kawasan dermaga khusus (Duks) terminal Kolaka Utara. Yang dimana program ini menjadi bagian dari pos kerja Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kolaka Utara pada tahun 2011 sampai 2013.

Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara AKP Rosana Albertina Labobar membenarkan hal tersebut. Dan menurutnya saat ini tengah mengembangkan dugaan kasus korupsi yang merugikan Negara milyaran rupiah itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan sejumlah pejabat dan mantan pejabat di Pemda Kolaka Utara akan menjadi tersangka dalam kasus tersebut. “Kita ikuti saja prosesnya seperti apa nanti,” katanya, Senin (02/06/2014).

Secara terpisah Kanit Tipikor Polres Kolaka Utara, Ipda Ahmad Fathoni menyatakan bahwa pihaknya kini telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk mantan Kepala Dinas Pehubungan Kolaka Utara. “saat ini kami melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi sumbangan pihak ketiga pertambangan Kolaka Utara dan dari 22 saksi, baru 16 orang saksi yang sudah dimintai keterangan,”ujar Ahmad Fathoni.

Saksi yang sudah di periksa diantaranya mantan Kadis perhubungan Kolaka Utara Sabrie Djonoes, mantan Bendahara sumbagan pihak ketiga Agus Salim Laema, Samsuddin Sekretaris Dinas Perhubungan Samsuddin, Kepala BPKAD Kolaka Utara Dwi Agus Santoso dan Kepala Dispenda Kolaka Utara Kamaruddin, Pemilik perusahaan tambang, diantarannya PT.CSM, PDP dan beberapa orang penerima uang tersebut.

Informasi yang diperoleh, seharusnya dalam waktu tiga tahun, yaitu 2011 hingga 2013 sumbangan pihak ketiga yaitu perusahaan tambang berkisar Rp. 6,2 Milyar. Uang itu pun seharusnya masuk ke dalam kas daerah Kolaka Utara. Namun dalam perjalanannya hanya sekitar Rp.3,0 Milyar yang masuk dalam kas daerah. “sebanyak 15 perusahaan tambang yang menyetor sumbangan pihak ke tiga ke rekening penampungan dinas perhubungan tegas Ipda Ahmad Fathoni.

Dia pun menjelaskan setelah ada penetapan jumlah kerugian Negara oleh BPKP, maka Polisi segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi, dan pihaknya juga akan segera merampungkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang belum di periksa dalam kasus tersebut. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top