Connect with us

Diduga Kampanye Hitam, Wali Kota Kendari Diperiksa Panwas

anggota pol pp tewas walikota kendari panen sorotan

Hukum & Kriminal

Diduga Kampanye Hitam, Wali Kota Kendari Diperiksa Panwas

 

KENDARI, SUARAKENDARI.COM-Dugaan kampanye hitam yang menyudutkan salah satu calon presiden Joko Widodo membuat Wali Kota Kendari harus berurusan dengan badan pengawas pemilu Kota Kendari. Senin (16/6), pagi, Asrun yang juga ketua DPC Partai amanat Nasional Kota Kendari ini memenuhi panggilan  Panwas Kendari untuk memberikan keterangan seputar kasus dugaan kampanye itu. Beberapa orang dekat Asrun juga tampak menemani orang nomor satu di kota lulo saat mendatangi kantor yang beralam di jalan Bunga Matahari, Kelurahan Kemaraya , Kota Kendari.

Pantauan wartawan SuaraKendari.com, Asrun diperiksa selama kurang lebih satu jam. Dan usai diperiksa Asrun sempat memberikan sejumlah keterangan pada awak media.

Wali Kota Kendari Asrun, membantah telah mengampanyekan calon Presiden Prabowo dan mengumandangkan kampanye “hitam” kepada Joko Widodo di hadapan ratusan ketua RT/RW di aula pola kantor Wali kota Kendari. Namun Ia mengakui jika brosur yang beredar itu berasal dari buah pemikirannya agar warga Kendari tidak terpengaruh pada salah satu figur saja.

Asrun berkilah hanya bermaksud menjelaskan, positif negatifnya kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden berdasarkan fakta-fakta yang ada. “Bukan kampanye hitam. Itu sesuai dengan fakta-fakta yang ada, jangan sampai masyarakat terkooptasi oleh pencitraan yang lebay (melebih-lebihkan),” kata Asrun, Minggu (15/6/2014).

“Saya tidak ingin masyarakat terkooptasi atau terkotak-kotak, sehingga perlu saya jelaskan kedua pesangan persiden dan wakil presiden. Namun saya menyampaikan, saya ada di pihak nomor urut 1, tetapi terserah masyarakat mereka mau pilih mana,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan ketua RT/RW di lima Kecamatan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengikuti acara sosialisasi tentang tata cara pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di ruang pola kantor Wali Kota Kendari, Jumat (13/6/2014).

Namun, saat Wali kota Kendari memaparkan materinya, berlangsung pembagian selebaran berisikan 10 poin alasan memilih Prabowo-Hatta. Selebaran sebanyak dua lembar kertas itu tidak berstempel atau ditandatangani.

Sementara Ketua Panwas Kota Kendari, Arafat SE, mengaku, belum dapat memberikan keterangan seputar hasil pemeriksaan terhadap Wali Kota Kendari Ir Asrun. “Kami belum dapat memberikan keterangan karena masih ada sejumlah pihak yang masih akan diperiksa,”kata Arafat. TIM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top