Connect with us

Diduga Beri Kesaksian Palsu, Pejabat Konut Dilapor ke Polisi

Uncategorized

Diduga Beri Kesaksian Palsu, Pejabat Konut Dilapor ke Polisi

 

KONAWE.SUARAKENDARI.COM – Pasca vonis bebas yang dijatuhkan hakim terhadap Bupati Konawe Utara (Konut) Aswad Sulaiman atas kasus pelanggaran Pemilu kini memasuki babak baru. Pasca kebebasan itu, 5 orang yang bersaksi untuk Aswad dilaporkan ke polisi atas tuduhan kesaksian palsu saat persidangan di Pengadilan Negeri Unaaha.

Adalah Forum Lintas partai politik, Pemuda dan Tokoh Masyarakat untuk pemilu jujur bersih dan damai Kabupaten Konawe Utara ( Forum LP3S – Konut) yang melaporkan kasus ini. Dari Lima nama, empat di antarnya di ketahui merupakan Pejabat Pemerintah Konut, masing-masing, H Aburahaera selaku Sekda kabupaten Konut, Drs Mili Kadis Pendidikan Konut, Drs Sundu Bao, Msi Asisten II, Hj Husni SKM, Kabag Umum Konut dan Hikma Ilham Asyari Sekretaris Pemenangan demokrat kabupaten Konut.

Menurut Juru bicara Forum LP3s-Konut, Halim Arkam, saat di temui dikediaman Salah satu pengurus partai Koalisi, Jumat (25/4), mengatkan kelimanya diduga melanggar pasal 242 KUHP karena telah sengaja memberikan kesaksian palsu saat persidangan.

“Kelima saksi ini tidak pernah mengakui ada arahan yang berbau intimidasi kepada para kepala sekolah dan UPTD se-Kabupaten Konawe Utara pada pertemuan 25 Februari di Aula Kantor Bupati, Laporan kami telah masuk di Polda Sultra, saat ini kami tengah menunggu proses selanjutnya,”ujar Halim.

Lebih lanjut Halim mengungkapkan, Sekda Konawe Utara (Abuhaera-Red) yang juga hadir memberikan kesaksian saat persidangan, mengelak kalau suara yang terdengar saat video amatir dan rekaman suara dalam sabutan di hadapan para kepala sekolah, sebagai suaranya.

“Padahal jelas itu suara Abuhaera sendiri. Kami akan melibatkan bantuan ahli telematika untuk memeriksa keasliannya video tersebut,”tandasnya.

Forum LP3s-Konut juga berpendapat, meragukan netralitas majelis hakim dalam memutus perkara pelanggaran pemilu, Aswad Sulaiman. “Kami merasa ada yang tidak adil dalam proses persidangan, hakim mengabaikan beberapa bukti yang telah diajukan jaksa penuntut umum,” Keluh Halim. (MAN)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top