Connect with us

Dewan Tinjau Lahan Milik PT SUN

Uncategorized

Dewan Tinjau Lahan Milik PT SUN

 

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana meninjau lahan yang jadi sengketa klaiman kepemilikan warga di Lokasi konsesi PT Sultra Utama Nikel (SUN) Kecamatan Rarowatu Utara Kabupaten Bombana.

Lokasi yang sebelumnya  diklaim kepemilikannya oleh beberapa warga itu, mulai ada titik temu setalah DPRD meninjau langsung letak lahan masing-masing pihak.

Dengan menggandeng pihak Badan pertanahan (BPN) Bombana bersama jajaran instansi Pemkab Bombana, DPRD langsung mendatangi lokasi yang jadi sengketa, Selasa (20/1)

Persoalan lahan di wilayah PT SUN mencuat, saat keluarga Rumpun Babatang, mengklaim tanah diwilayah milik PT SUN seluas 4 hektar merupakan tanah miliknya. Rumpun Babatang datang dengan membawa sejumlah dokumen kepemilikan.

Sementara sebelumnya, tanah tersebut sempat terklaim merupakan hak milik keluarga Pak Hery dan Pak Muis warga setempat.

 

Guna meluruskan persoalan, sempat saling buka peta antara BPN, Pihak PT SUN maupun anggota DPRD guna meramu solusi.

Rapat yang digelar di Aula PT SUN tersebut,  sepakat untuk turun kelapangan guna meninjau lokasi yang dipolemikan tersebut. “Jika di gambar Peta belum ada titik temu, mending kita tinjau langsung ke lokasi,” pungkas Ketua DPRD Bombana Andi Firman

Disaksikan oleh rombongan DPRD, pihak BPN dan aparatur Pemkab,  pihak yang bersengketa menyepakati lokasi masing-masing lahannya diwilayah PT SUN dengan ketentuan tidak mengganggu aktivitas perusahaan.

Sementara itu, melalui Humas PT SUN purnomo leonard menyambut baik niat DPRD meski ada yang pro kontra.

Sebab menurut data valid pihak perusahaannya, urusan kepemilikan lahan di wilayah konsesinya itu sudah tuntas sejak tahun 2010 lalu.

Bahkan saat itu, lanjut Purnomo urusan kepemilikan lahan diperusahaannya itu, hingga melibatkan pihak BPN Provinsi Sultra. “Faktanya begitu,

Kami tidak mau akibat ini, jadi sorotan. Niat baik kami kepada masyarakat jangan dicoreng,” keluh purnomo

Dirinya mengaku heran jika ditahun 2014 lalu, tiba tiba muncul klaiman baru yang ditopang oleh sejumlah pihak. “Kalau mau jujur, kami juga punya hak atas wilayah konsesi kami berdasarkan hasil BPN tahun 2010 lalu. Sebab pembebasan lahan itu sudah kami selesaikan. Makanya persoalan ini kami bicarakan di internal kami dulu sebelum diputuskan,” terangnya. (DAR)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top