Connect with us

Dewan siap Bahas Kekosongan Posisi Wakil Ketua DPRD Bombana

Uncategorized

Dewan siap Bahas Kekosongan Posisi Wakil Ketua DPRD Bombana

BOMBANA, SUARA KENDARI-Jika tidak ada aral melintang, Senin (23/2) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana jadwalkan pembahasan terkait kekosongan satu posisi wakil ketua di internal DPRD.

Posisi tiga unsur pimpinan DPRD Bombana hingga kini, cuma diisi dua orang yakni Ketua dan satu wakil ketua. Sementara pengangkatan wakil ketua lainnya, terpaksa dipending akibat dualis kepemimpinan di tubuh partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Jatah wakil bagi partai berlambang kabah ini diperebutkan dua kadernya yakni Amiaddin, SH dan Abdul Jalil dengan sama-sama mengantongi SK atas nama DPW PPP Sultra.

“Terkait kekosongan satu posisi wakil ketua Dewan ini, Bamus sudah jadwalkan Senin (besok) untuk di bahas,” pungkas Hasrat ketua Badan Musyawarah DPRD Bombana

Sebelumnya, Sekretariat DPRD Kabupaten Bombana mendapat dua rekomendasi yang berbdeda dari DPW PPP Sultra, untuk diajukan menjadi wakil Ketua DPRD Bombana.

Efek dualis kepemimpinan di PPP pusat berdampak hingga ke daerah. Di Kubu kepengurusan versi Romahurmuzy merekomendasikan Amiadin, SH sebagai wakil ketua DPRD Bombana melalui rekomendasi ketua DPW PPP Sultra versi Rasyid Sawal

Sementara PPP versi Surya Darma Ali merekomendasikan Abdul Jalil untuk menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bombana melalui Ketua DPW PPP Sultra versi Laode Songko panatagama

Kedua anggota DPRD Bombana antara Amiaddin versus Abdul Jalil sama-sama mengantongi rekomendasi atas Nama PPP. Akibatnya, DPRD Bombana kebingungan untuk mengangkat siapa
yang berhak dari kedua nama tersebut.

Wakil ketua DPRD Bombana
Ahmad Mujahid mengatakan akan menyerahkan sepenuhnya ditangan gubernur untuk memilih siapa diantara dua nama tersebut. “Bamus Sudah mengagendakan rapat untuk membahas terkait itu,” terang Mujahid.

Meski begitu, kata Politisi Golkar ini rapat yang diagendakan hari ini, bukan untuk memutuskan siapa diantara dua nama tersebut, yang berhak untuk duduk jadi wakil ketua. Namun kemungkinan, keduanya sama sama direkomendasikan oleh DPRD untuk diusulkan jadi unsur Pimpinan.

“Bukan kewenangan kami untuk memutuskan diantara dua nama itu. Ini sebenarnya persoalan internal PPP. Jika PPP terjadi dua versi, maka Gubernurlah yang akan menilai atau putuskan diantara dua rekomendasi itu. Rapat DPRD nanti, palingan sebatas mengusulkan kedua nama itu, bukan untuk menyimpulkan,” tukas Ahmad Mujahid.

Namun begitu, versi Kubu Amiaddin SH dikabarkan sudah mengantongi surat resmi dari Kantor Gubernur sultra. Melalui Surat Kepala Biro Hukum Sultra bernomor 700/BH/18/II/2015 yang ditujukan kepada Ketua DPRD Bombana, isyaratkan pengangkatan Amiadin untuk ditetapkan sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Bombana.

Surat dari Kepala Biro Hukum Sultra itu dikeluarkan usai mendapat Rekomendasi dari DPP PPP pusat dengan nomor 104/IN/DPP/I/2015 yang diteken oleh pengurus DPP PPP hasil Muktamar VIII Surabaya oleh ketua umum H. M Romahurmuzi dan H. Aunur Rofiq sebagai sekjennya.( DAR )

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top