Dewan Bombana Ancam Bongkar Kasus Gudacil

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bombana mangkir alias tidak datang memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (hearing) dengan DPRD Bombana yang sedianya digelar Senin kemarin (27/4) di kantor DPRD Bombana

Dewan menilai tidak hadirnya pihak Dikpora ini, dianggap menutup-tupi persoalan yang sedang mengemuka di instansi yang membawahi para guru-guru se-kabupaten Bombana ini.

Amiaddin, wakil Ketua DPRD Bombana mengaku kesal atas mangkirnya pihak Dikpora Bombana. Sebab tujuan pemanggilan tersebut, untuk menanyakan pemotongan atas pembayaran Tunjangan Guru yang mengajar di daerah Terpencil (Gudacil) yang kerap disunat oleh oknum tertentu, di instansi dikpora Bombana.

“Kami kesal dengan mereka (Kadis Dikpora dan jajarannya) tidak datang. Mungkin mereka takut. Padahal kami cuma menanyakan, kenapa ditiap pencairan dana gudacil itu, setiap penerima (para guru-guru sekabupaten Bombana) selalu dipotong anggarannya,” terang Amiaddin

Politisi PPP asal Kabaena ini,
mengaku akan mengundang kembali hingga  dikpora itu datang penuhi panggilan Dewan. “Hari ini mereka tidak datang. Tapi, kami akan undang kembali. Jika terus menerus mereka tidak datang. Kami siap bentuk Bansus, kami akan telusuri kenapa harus disunat dana Gudacil ini di Kabupaten Bombana,” ancam Amiaddin

Rumor pemotongan anggaran Gudacil  di Bombana ini hangat jadi perbincangan senin kemarin di Kantor DPRD Bombana. Syukur, Anggota DPRD Bombana, mempertegas pemotongan dana tersebut dilakukan oleh oknum di Dikpora Bombana. “Tidak usah jauh-jauh, istri saya saja di potong anggaran gudacilnya. Jika ada guru yang coba-coba protes atau melawan, akan dicoret dari daftar sebagai penerima,” kesal syukur.

Dewan bertekad akan membongkar kasus ini hingga terkuak siapa pelakunya. Apa lagi rumor yang berkembang bahwa, angka pemotongan itu terbilang fantastik, hingga 5 juta tiap penerima per tahunnya.

“Ini pelanggaran, wajib ditelusuri. makanya kami panggil instansinya guna mempertanggungjawabkan perbuatan yang tercela itu,” tukas
Arsad anggota DPRD Bombana. DAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *