Connect with us

Desa Wisata Namu, Destinasi Wisata Terbaru di Sulawesi Tenggara

Daerah

Desa Wisata Namu, Destinasi Wisata Terbaru di Sulawesi Tenggara

Desa Wisata Namu, Destinasi Wisata Terbaru di Sulawesi Tenggara

Suarakendari-Desa Wisata Namu perlahan mulai menggeliat. Desa pesisir yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara  kini terus berbenah menata segala fasilitas demi memanjakan pengunjung. Sejumlah arena seperti ayunan pantai, home stay hingga pusat informasi wisata namu kinin telah dibangun.

Sebagai destinasi wisata baru, Namu Bay julukan Desa Wisata Namu memiliki sejumlah lokasi menarik untuk dikunjungi, yakni berupa pantai pasir putih yang terletak di enam lokasi, masing-masing pantai Oloa, Pantai Wiawia, Pantai Namu, Pantai Pasir Panjang, dan pantai Dusun Empat.

Selain pantai, Desa wisata Namu memiliki surga bawah laut dengan terumbu karang yang baik, Di Namu Bay juga terdapat wisata alam hutan dan permandian air jatuh, serta pusat pemantauan flora dan pauna. Namu Bay semakin lengkap dengan wisata budaya yang menarik seperti tradisi adat istiadat,kuliner dan kerajinan lokal.

Pada pergantian tahun setidaknya ratusan pengunjung melakukan kunjungan ke area wisata Namu. “Alhamdulillah, perlahan Desa Namu mulai dikenal orang banyak yang datang berkunjung menikmati keindahan desa wisata ini,”kata Yuddin, Kepala Desa Namu.

Selama ini, Desa Namu bergerak secara mandiri, tanpa bantuan pendanaan dari pihak mana pun. Semua fasilitas wisata, dibangun melalui dana yang dihimpun secara mandiri oleh seluruh masyarakat desa.   Bahkan, promosi tanpa dana terus dilakukan para penggiat wisata setempat bersama salah satu kelompok komunitas independen peduli wisata, yakni Ruruhi Project.

Sebagai upaya menggenjot pembangunan, rencananya  tahun 2017 ini, pemerintah desa akan segera memanfaatkan dana desa untuk pembangunan fasilitas wisata, seperti MCK, villa dan gasebo. Untuk home stay atau penginapan seluruh warga desa namu sepakat untuk menjadikan rumah-rumah mereka sebagai penginapan. Hal ini dilakukan sebagai wujud kebersamaan menyambut pengunjung. (YOSHASRUL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top