Connect with us

Deretan Bencana Menguatkan Mitos Jelang Ramadhan Di Kolaka

Uncategorized

Deretan Bencana Menguatkan Mitos Jelang Ramadhan Di Kolaka

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Mitos jelang ramadhan sebagai hari yang “panas” di Kolaka, Sulawesi Tenggara semakin menguat. Pasalnya dalam sepekan terakhir, dua bencana terjadi yang menghebohkan warga sekitar. Bencana pertama terjadi di Kabupaten Kolaka Utara, didaerah tersebut terjadi banjir bandang yang merendam 41 pemukimaan, bahkan seorang warga juga dilaporkan meninggal dunia.

Kata kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kolaka Utara, Munir, banjir bandang disebabkan luapan sungai Ponggiha di Kecamatan Lasusua pada malam hari. Akibat kejadian itu merenggut nyawa seorang warga yang bernama Ambo Rappe.

“Kejadiannya hari Kamis, 12 Juni 2014. Ambo Rappe tewas terseret air bah yang datang tiba-tiba. Sebanyak 41 rumah terendam lumpur, 5 hektare kebun dan 2 bengkel tenggelam, serta 1 masjid terendam. Hujan yang deras memang merendam sebagian wilayah Kota Lasusua,” katannya, Minggu (15/06/2014).

Akibat kejadian ini sebanyak 12 kepala keluarga terpaksa diungsikan sebab ketinggai air mencapai satu meter. “Mereka mengungsi, jadi sambil kita tunggu air bah itu reda baru kita anjurkan mereka kembali kerumahnya. Memang kendala kita saat ini cuaca. Kalau bicara kerugian secara menyeluruh itu milyaran rupiah juga pak,” tambahnya.

Sementara di Kolaka sedikitnya 21 rumah rusak parah diterjang angin puting beliung pada Sabtu malam. Peristiwa ini terjadi di lingkungan I dan II Pomalaa. Kata saksi mata, saat kejadian warga sekitar panik dan berlarian meninggalkan rumah mereka.

“Memang saat itu hujan turun disertai angin kencang yang tiba-tiba menerbangkan atap rumah warga. Sehingga warga lainnya berlarian menyelamatkan diri. Kami berharap pihak Pemerintah segera memberikan bantuan sehingga bisa memperbaiki rumah yang rusak,” kata Amran.

Ternyata kejadian seperti ini sudah berulang kali. “Tahun lalu juga terjadi yang seperti ini pak. Makanya kami itu tiap tahun selalu was-was dan kali ini kami tidak dapat menghindar. Angin kencang dan hujan deras membuat kami tidak dapat menyelamatkan harta benda,” tambahnya.

“Memang kalau kita pelajari dalam beberapa tahun terakhir tiap jelang bulan ramadhan atau hari raya idul fitri selalu ada bencana. Beberapa tahun yang lalu ada gempa yang hebat. Ratusan rumah warga di Kolaka dan Kolaka Utara rusak, ada yang berat dan ringan. Sekitar dua tahun lalu juga seminggu sebelum idul fitri ada kapal tenggelam yang menewaskan sedikitnya 90 warga, termasuk wakil Bupati Kolaka Utara. Makanya seakan ini sudah jadi tradisi pak,” kata Muhammad Madjid, tokoh masyarakat Kolaka. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top