Connect with us

Demonstrasi HMI Berlangsung Ricuh di Kantor Kejaksaan Negeri Kolaka

Uncategorized

Demonstrasi HMI Berlangsung Ricuh di Kantor Kejaksaan Negeri Kolaka

KOLAKA, SUARAKENDARI.COM- Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kolaka, Sulawesi Tenggara terlibat kericuhan dengan aparat polisi dan security di kantor Kejaksaan Negeri Kolaka Rabu siang. Para pendemo menuntut trasparansi aparat hukum dalam kasus kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh oknum polisi di Kolaka.

Kericuhan bermula  saat seorang jaksa merasa tersinggung dengan pernyataan pendemo yang menurut jaksa terdengar kasar sehingga mamarahi mahasiswa. Aksi protes ini pun memicu keributan para pendemo yang tidak menerima sikap oknum jaksa tersebut. Kericuhan memaksa  aparat keamanan berusaha melerai massa pendemo dan sejumlah oknum jaksa dari Kantor Kejaksaan Negeri Kolaka.

Tak berhenti, mahasiswa berusaha menerobos pengamanan polisi dengan mendobrak pintu masuk kantor itu. Aksi saling dorong dan pertengkaran pun tidak dapat terhindarkan. Bahkan terlihat sejumlah aktifis HMI berusaha dicegah aparat kepolisian. Karena tidak puas , para pendemo pun beranjak pergi meninggalkan barisan polisi yang kemudian mengarah ke pintu keluar kantor Kejaksaan Negeri Kolaka dan memanjatinya lalu menjebol pagar itu.

“Ayo masuk, masuk. Kawan-kawan jangan takut. Ayo kita masuk,” teriak salah satu mahasiswa yang tergabung dalam gerakan HMI tersebut Rabu (14/05/2014).

Seluruh pendemo akhirnya berhasil masuk kedalam pakarangan kantor Kejaksaan Negeri Kolaka dan memaksa kepala Kejaksaan Negeri Kolaka untuk keluar menemui mereka. “Rapatkan barisan kawan-kawan. Aalasan kami dating ke tempat ini sangat jelas dan menuntut kerja professional dari aparat hokum ini. Jangan takut kawan-kawan, rapatkan barisan. Allahuakbar,” teriak Doni, salah satu pendemo.

Kericuhan terus saja berlangsung saat pendemo membanting potogan besi bagian dari pagar yang dirusak, dipakarangan kantor Kejaksaan Negeri Kolaka. Kericuhan ini pun membuat kepala Kejaksaan Negeri Kolaka, Wahyudi keluar menermui massa. “Oke, kita harus tenang, sekarang kemauan dari teman-teman seperti apa. Kasus ini terus kita kerjakan dan masih dalam tahap proses persidangan,” kata Wahyudi, kepala Kejaksaan Negeri Kolaka.

Makasiswa sendiri mendesak agar ada perwakilan dari Kejaksaan yang ikut bersama pendemo ke kantor pengadilan guna membahas masalah kekerasan dalam rumah tangga, yang dilakukan oleh oknum Polisi di Kolaka.selang beberapa saat, ketegangan antara Kejaksaan Negeri Kolaka dan pendemo yang tergabung dalam HMI Kolaka mereka. ABDI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top