Connect with us

Demo HMI Berakhir Dengan Bentrok Berdarah

Daerah

Demo HMI Berakhir Dengan Bentrok Berdarah

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Aksi demonstrasi puluhan aktifits mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kolaka, Sulawesi Tenggara berakhir dengan bentrokan berdarah. Sejumlah mahasiswa mengalami luka bocor pada kepala saat adu jotos dengan puluhan Sat Pol PP didalam ruang sidang gedung DPRD Kolaka.

Bahkan sejumlah Sat Pol PP pun menderita luka bocor pada jidat mereka yang terkena lemparan kursi dari para pendemo. Aksi ini pun semakin parah saat saling serang terjadi dalam ruangan sidang gedung DPRD tersebut. Didalam ruang sidang bahkan terjadi aksi saling kejar kedua kubu itu, sehingga sebagian besar para pendemo pun berhasil menjadi bulan-bulanan Sat Pol PP.

Aparat kepolisian yang turun untuk melerai pertikaian itu tidak dapat berbuat banyak. Namun sejumlah mahasiswa yang diduga menjadi profokator dalam aksi ini berhasil diamankan. “Empat orang kita amankan untuk sementara. Sambil tunggu kondisi kembali kondusif. Memang benar dari dua pihak ada yang luka bocor pada kepala dan jidat,” kata Humas Polres Kolaka, AKP Nazaruddin, Senin (13/10/2014).

Bentrokan ini terus saja berlangsung hingga diluar gedung DPRD Kolaka. Rombongan Sat Pol PP yang melihat kerumunan mahasiswa melakukan pengejaran. Namun aksi itu dapat dihalau oleh aparat Kepolsian. “Semua mundur, jangan ada yang menyerang. Masuk kantor kembali. Semua mundur,” teriak ketua Kompi Sat Pol PP.

Sebelumn ya dalam aksi mereka didepan kantor BKD Kolaka juga berlangsung memanas. Sebab inti dari gerakan para mahasiwa ini untuk menemui Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin. “Kami desak wakil bupati temui kami sebab kami meminta dia klarifikasi pernyataanya dimedia massa yang seperti membela ANTAM,” kata Dody kordinator lapangan HMI.

Memang dalam aksi ini pendemo mendesak pihak pemerintah memberikan pernyataan yang tegas terhadap pembagian dana CSR ANTAM kepada masyarakat Kolaka. (ab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Daerah

To Top