Connect with us

Dana Sertifikasi Guru Bombana Tak kunjung Dicairkan

Uncategorized

Dana Sertifikasi Guru Bombana Tak kunjung Dicairkan

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Para guru di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara harus bersabar hadapi kenyataan pahit. Berharap kucuran dana tunjangan sertifikasi sepanjang tahun 2014. Tapi dambaan itu tak kunjung dicairkan.

Padahal sejumlah kelengkapan administrasi sudah disetor di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bombana. Namun entah mengapa, dana itu seakan di endap dan enggan dicairkan.

“Mulai tunjangan triwulan pertama sampai triwulan kedua ini, kami belum sepeserpun terima sertifikasi,” ujar salah seorang guru saat ditemui di Kantor Dikpora Bombana.

Guru SMA ini mengaku, berbagai administrasi sebagai syarat untuk menerima tunjangan, sudah disetornya. Tapi anehnya, hingga memasuki Bulan Juni sepanjang tahun 2014 ini. tunjangan itu, tak kunjung dikucurkan ke semua guru.

Parahnya, keterlambatan tersebut, hampir dialamai semua tingkatan guru-guru. Mulai TK, SD, SMP hingga SMA. Jumlahnyapun mendekati angka 1,000 orang sudah termasuk guru penerima sertifikasi non PNS.

Lukman, S.Pd, kepala bidang peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) membenarkan Belum dibayarkannya tunjangan sertifikasi para guru tersebut.

Menurutnya keterlambatan dikarenakan para guru itu belum melengkapi data Surat Ketetapan Tunjangan Provesi (SKTP) kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga belum memenuhi syarat untuk dibayarkan.

“Masih banyak SKTP yang belum keluar sehingga belum bisa dibayarkan. Tentunya kalau belum lengkap belum akan dibayarkan tunjangan profesinya, karena itu merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar tunjangan dibayarkan,” katanya.

Dijelaskanya, data yang harus dilengkapi tersebut dimasukan melalui sistem aplikasi, jika sudah lengkap tentunya akan segera keluar SKTPnya. Setelah itu Dikpora Bombana akan melakukan verifikasi kembali apakah data yang dimasukan itu sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan.

“Semua kita periksa, seperti jumlah jam mengajar sudah harus sesuai ketentuan, daftar hadir guru, SK pembagian tugas dan rekomendasi pengawas. Ini semua harus diverifikasi karena SKPT itu bukan satu-satunya syarat untuk dibayarkan,” sambungnya.

Lukman menambahkan, meski mengalami keterlambatan, namun pihaknya akan berupaya menyelesaikan pembayaran tunjangan tersebut khususnya untuk guru yang sudah dinyatakan memenuhi syarat. Dan saat ini, sebagian hasil verifikasi itu sudah diserahkan kepada bendahara Dikpora untuk diproses pembayarannya.

“Kalau tidak salah dari 900 guru sertifikasi, sekitar 800 orang sudah memenuhi syarat untuk dibayarkan. Sedangkan sisanya belum bisa diproses karena salah satu syarat dari kementrian untuk menerima sertifikasi belum diterbitkan. Jadi yang belum bersabar saja, sedangkan yang sudah memenuhi syarat tinggal menunggu waktunya untuk dibayarkan,” ungkapnya. (DAR)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top