Dana Raib Ratusan Juta Rupiah , Oknum Bendahara Dinas Kesehatan Konsel Disidang

SUARAKENDARI.COM- Tidak menunggu lama waktu untuk bekerja, majelis pertimbangan Tindakan penuntutan dan Tuntutan ganti rugi (TPTGR) Konawe Selatan langsung menyidangkan sejumlah perkara dugaan penyalahgunaan anggaran maupun kelebihan anggaran oleh sejumlah oknum pegawai Konsel pasca audit kantor Inspektorat Kabupaten Konawe Selatan, kemarin di aula kantor bupati Konsel yang disulap menjadi ruang sidang majelis TP-TGR.

Dari sejumlah kasus yang disidangkan, kasus raibnya uang tunai sebanyak Rp. 910 juta yang merupakan nominal gaji kolektif pegawai Dinas Kesehatan Konsel April 2015 lalu oleh bendahara Dinkes Konsel, Tuo SKM selaku termohon merupakan sidang yang cukup menyita atensi pegawai yang menghadiri sidang tersebut.

Dalam persidangan tersebut, sekretaris majelis pertimbangan TP-TGR, DR Sahlul mengajukan sejumlah pertanyaan terkait kronologis hilangnya uang tersebut hingga itikad dari Tuo, SKM untuk mengembalikan semua nominal uang tunai tersebut. ” Kami selaku majelis meminta penjelasan terkait dengan hilangnya uang tersebut, dan yang paling penting adalah pernyataan kapan uang tersebut bisa dikembalikan oleh saudara karena uang tersebut tidak bisa dinyatakan hilang, karena jika ini sudah berlarut-larut pastinya akan jadi temuan BPK,” tanya Sahlul kepada termohon.

Lebih lanjut Sahlul yang juga kadispenda Konsel ini menyatakan bahwa dari hasil penelusuran tim majelis TP-TGR, ditemukan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang dinilai ganjil sebab dalam SPTJM yang ditandatangani oleh termohon itu 
tidak ditemukan waktu penanggalannya, sehingga hal tersebut membuat posisi hukum dari SPTJM itu lemah.” Pantas saja saudara termohon bisa santai dan tidak terlalu memikirkan hal ini, karena posisi SPTJM yang berlaku 40 hari pasca ditanda tangani ini tidak ada tanggalnya,” ketus Sahlul.

Selain keganjilan itu, sidang yang dipimpin oleh ketua majelis TP-TGR yang juga Sekda Konsel, Drs.Sardjun Mokke ini juga menemukan fakta lain bahwa taksasi jaminan yang ada dalam SPTJM tersebut dianggap tidak sesuai dengan jumlah uang yang hilang tersebut karena yang ada dalam SPTJM itu hanyalah lokasi sebidang tanah yang tak dilengkapi dengan sertifikat hak milik dari termohon. ” Olehnya itu dalam sidang ini, kami meminta saudara termohon untuk kooperatif, mengungkapkan fakta yang sebenar-benarnya termasuk soal jaminan. Tim sudah melakukan kroscek dilapangan dan menemukan saudara memiliki rumah serta kendaraan roda empat. Itu kan bisa jadi jaminan termasuk pula gaji saudara,” pinta Sardjun. 

Ditambahkannya, bahwa sidang tersebut bukanlah sebuah arena untuk mendiskreditkan Tuo, SKM selaku termohon melainkan sebuah 
upaya bijak dari Pemkab Konsel untuk menyelamatkan yang bersangkutan dari jeratan hukum bila nantinya hal tersebut dibiarkan berlarut-larut dan tanpa solusi.” Makanya, SPTJM yang baru akan dibuat lengkap dan resmi agar nantinya bisa ada kepastian.

Menanggapi permintaan dan pertanyaan dari majelis pertimbangan TP-TGR, termohon Tuo, SKM tidak banyak memberikan penjelasan baik itu kronologis hilangnya uang tersebut maupun kewajibannya untuk mengganti uang yang hilang tersebut. Sidangpun diskors sampai dengan minggu depan sembari menunggu SPTJM yang baru termasuk akan menghadirkan keterangan sejumlah saksi baik atasan langsung termohon dalam hal ini mantan Kadis Kesehatan Konsel, Dr Dian Hayati dan saksi lainnya.

Sementara itu dalam sidang lainnya, seperti kasus kekurangan setoran PAD di UPT Pasar Ranomeeto dengan termohon bendahara UPT pasar Ranomeeto Dinas Perindag Konsel, Husaini Nur, SE sebesar RP. 13 juta langsung diselesaikan oleh yang bersangkutan dengan membayar 
langsung ke kas daerah, begitu juga dengan kasus kelebihan pembayaran perjalanan dinas oleh Kabag Pembangunan Sekretariat daerah Konsel, Ir Ainal Rauf senilai Rp 1,4 juta juga telah diselesaikan. (Humas Konsel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *