Connect with us

Dana PPIP Kolut Diduga Disunat 15 Persen

Uncategorized

Dana PPIP Kolut Diduga Disunat 15 Persen

KOLAKA UTARA, SUARAKENDARI.COM- Program APBN yang dikucurkan Pemerintah melalui Program Pembangunan Infrastruktur Desa (PPIP) di Kolaka Utara di tahun anggaran 2013 diduga di sunnat Oleh pengelola program di Kabupaten.

Dari informasi yang dihimpun 40 Desa di kolaka Utara mendapatkan program bantuan PPIP melalui Bidang Cipta Karya PU melalu tiga tahapan yang di mulai pada September lalu yakni reguler pertama Desa sapoiha,Samaturu, Tambuha, Reguler Kedua Latawaro, Simbula, Jabal Nur, Puurau, Labipi, Powalaa,Lawata.

Sementara pada bantuan APBN Perubahan desa yang mendapat yakni desa Tebogeano, Raoda, Totallang, Puncak Monapa, Rante limbong, Ponggiha, Pitulua,Tojabi,Watuliu, Patowanua, Lambuno,Lametuna,Lapolu,Tanggeawo, Batu Muntaha, Nimuneha, Kasumeeto, Mekoasi, sarona, Lanipa, Tolala,Bahari, Lawaki,Tobela,Ponggi, Sarambu dan Tinuna.

Pada Reguler Pertama Dana PPIP sebanyak 250 Juta Rupiah telah dicairkan 100 Persen, sementara reguler kedua dan APBNP tersebut masih dalam tahap kedua Pencairannya yakni 40 persen, dan dana Pencairan tersebut langsung pada Organisasi Masyarakat (OMS) desa setempat.

Seoeang sumber informasi yang enggan disebutkan namanya mengungkap, bahwa, sebelum pencairan dana PPIP antara fasilator telah memiliki Komitmen dengan OMS bahwa dari total anggaran bantuan tersebut akan di potong 15 Persen yang akan diberikan pada pihak kabupaten dan provinsi, dan pihak penerima bantuan dilarang untuk menginfokan hal tersebut kepada siapaun baik itu Pada LSM dan pihak media mengenai potongan, jika hal tersebut diberitahukan pada pihak lain maka kedepannya desa tersebut tidak akan mendapatkan bantuan lagi.

“Kami Mendapat Ancaman, dilarang memberitahukan tentang potongan 15 persen kepada siapapun, kalau ada yang Tanya kami tidak boleh memberitahukan, karena kalau ada bantuan lagi desa kami tidak akan dapat,”ujarnya.

Sementara Itu kepala Satuan Kerja (Satker) PPIP Kolaka Utara yang juga Sekretaris dinas Pekerjaan Umum yang di konfirmasi menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar, sejauh ini tidak ada dilakukan potongan pada penerima bantuan di desa. “setau saya tidak ada potongan di desa mengenai penerima bantuan apalagi sebanyak 15 Persen, apalagi penerima bantuan itu langsung menerima direkening OMS desa masing-masing, jadi tidak mungkin di potong,”ujarnya.

Lebih lanjut Mukramin juga meminta kepada segala pihak untuk mengawasi langsung jalannya program PPIP di Desa, sehingga program tersebut sesuai dengan aturannya,”saya bersyukur jika ada laporan seperti ini, sehingga kita dapat evaluasi dan mengecek langsung kebenarannya, dan saya harap semua pihak dapat mengawasi program ini agar betul-betul tepat sasaran dan berjalan sesuai aturan,”pungkasnya. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top