Connect with us

Dana Korupsi Tambang Dipakai Tutupi Target PAD Kolut

Hukum & Kriminal

Dana Korupsi Tambang Dipakai Tutupi Target PAD Kolut

KOLAKA UTARA, SUARAKENDARI.COM- Pihak penyidik tindak pidana korupsi di Polres Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara mengendus adanya pengalihan dana korupsi dari sektor tambang yang sejumlah milyaran rupiah ke pos tertentu. Bahkan indikasi pengalihan dana tersebut disinyalir digunakan untuk menutupi target Pendapatan Asli Daerah tersebut.

Kecurigaan penyidik tipikor Polres Kolaka Utara bukan tanpa alasan, sebab kegunaan dana korupsi untuk menutupi target PAD dikatakan oleh salah satu terperiksa dalam kasus tersebut. “Info ini dari terperiksa yang bernama Agus Salim Laema. Dia ini sebagai bendahara penerima sumbangan pihak ketiga,” kata AKP Rosana Albertina Labobar, kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, Senin (02/06/2014).

Dia menambahkan hal itu terungkap saat proses pemeriksaan terjadi. “ Penyidik menilai perencanaan target PAD murni tidak terpenuhi di akhir tahun 2012 dan 2013, maka sumbangan pihak ketiga dialihkan untuk mencapai target realisasi PAD. Ini datangnya dari Dinas Perhubungan sebagai instansi terkait terhadap sumbangan dari perusahaan tambang itu,” tambahnya.

Agus Salim Laema, selaku bendahara penerima sumbangan pihak ketiga saat diperiksa menjelaskan pengalihan sumbangan pihak ketiga untuk menutupi kekurangan target PAD atas perintah dari Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kolaka Utara yang bernama Sabrie Djonoes. “Berdasarkan pemeriksaan saksi yaitu Agus salim Laema, bahwa atas perintah mantan pejabab Dinas perhubungan dana sumbangan pihak ketiga itu masukan dalam PAD Kolut,”ujarnya.

Namun untuk besaran dana korupsi yang dicukupkan ke PAD Kolaka Utara, pihak Polres Kolaka Utara masih enggan membeberkan. “Kalau jumlahnya belum ada angka pasti, karena untuk jalur itu juga sementara kita selidiki. Sebab pernyataan saksi belum sebut angka,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya sumbangan pihak ketiga yang seharusnya masuk ke Rekening daerah sebesar Rp.6,2 Milyar, namun yang di setor hanya kurang lebih Rp.3 Milayar sehingga dugaan korupsi Sumbangan pihak ke tiga Rp.3,9 Milyar Rupiah. Sumbangan senilai Rp. 6,2 Milyar ini berasal dari perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kolaka Utara sejak tahun 2011 hingga 2013 lalu. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top