Connect with us

Dana Bansos Lahan Empuk Para Koruptor

Uncategorized

Dana Bansos Lahan Empuk Para Koruptor

 

RAHA, SUARAKENDARI.COM-Dana Bantuan Sosial (Bansos) percetakan sawah yang turun di Kabupaten Muna rupanya menjadi ‘lahan empuk’ untuk diselewengkan. Setelah menuntaskan kasus cetak sawah 2011 yang memakan korban,La Ode Hafuna Cs,kini Polres Muna kembali menangani kasus percetakan sawah tahun 2012 yang menelan anggaran sekitar Rp 7,7 milyar.

Saat ini kasus bansos cetak sawah 2012 sudah memasuki tahap penyelidikan di kepolisian. Teranyar,tim penyidik Polres Muna mendatangkan juru ukur dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sultra,untuk menghitung nilai volume pekerjaan cetak sawah 2012.

Rabu (4/6) juru ukur Dinas PU yang didampingi oleh Kanit Tipiter Polres Muna,Ipda La Ode Arsangka beserta anggotanya, dan tim tehnis Dinas Pertanian Kabupaten Muna,La Fedumu,melakukan pengukuran cetak sawah 2012 di Desa Lakalamba Kecamatan Sawerigadi.

Pantauan  jurnalis SuaraKendari.Com di lokasi pengukuran Rabu kemarin,juru ukur Dinas PU Sultra baru menyelesaikan pengukuran untuk kelompok tani Teladan Desa Lakalamba. “Untuk hasilnya kami belum bisa publikasikan,karena untuk kepentingan penyelidikan kami,”ucap Arsangka.

Pihaknya kata Arsangka akan melakukan pengukuran percetakan sawah yang melibatkan 13 kelompok tani. Dimana anggaran senilai Rp  7,7 milyar dan  telah diswakelolahkan kepada masing-masing kelompok tani “Selama beberapa hari ini Kita akan menyelesaikan pengukuran di 13 kelompok tani,”tambah Arsangka.

Arsangka menjelaskan,pemanggilan juru ukur dari Dinas PU Sultra ini merupakan salah satu dari rangkaian penyelidikan untuk menuju ke tahap berikutnya. “Kita punya bukti awal untuk melakukan penyelidikan,sehingga kita melakukan langkah-langkah untuk menuju ke tahap berikutnya,”ujar Arsangka. (TRI )

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top