Connect with us

Daerah Terpencil Jadi Prioritas Logistik

Hukum & Kriminal

Daerah Terpencil Jadi Prioritas Logistik

KENDARI, SUARAKENDARI. Com — Sekretaris Jendral KPU RI, Arif Rahman Hakim menargetkan, distribusi logistik pemilihan legislatif rampung hingga pertengahan bulan depan. Adapun kebutuhan logistik pemilu tersebut, mulai dari surat suara hingga kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu dikatakan Arif usai melantik Sekretaris KPU Sultra, Syafruddin, Jumat (14/2).

“Logistik surat suara sudah dalam proses produksi. Bahkan sudah ada yang didistribusikan.”

Menurutnya, distribusi logistik pemilu diutamakan pada wilayah-wilayah terpencil dan jangkau geografisnya yang akan sulit dijangkau. Diantaranya luar negeri dan daerah kepulauan, termasuk Sulawesi Tenggara masuk kategori prioritas.

“Pertengahan bulan Maret selesai distribusi ke semua wilayah. Kami dahulukan wilayah-wilayah kepulauan dan darerah-daerah terpencil,” imbuhnya.

Ia menyatakan, jumlah surat suara untuk luar negeri sebanyak 2000 lembar dan sudah didistribusikan untuk 130 negara. Terbanyak pemilihnya di Malaysia, Timur Tengah, Hongkong dan lainnya.

Dikatakan Arif, surat suara yang dicetak sebanyak 7,5 juta lembar. Saat ini pihaknya sudah memproduksi 30 persen surat suara dan 12 persennya telah didistribusikan.

“Semua calon yang masuk DCT dicetak, tidak ada pencoretan atau penghapusan,” terangnya.

Ditambahkan Arif, selain surat suara, kelengkapan TPS lain yang mulai dipenuhi adalah segel, formulir-formulir dan tinta.

Terkait kotak dan bilik suara berbahan karton yang diduga menyalagi sfesifikasi, Sekjen KPU RI akan menerjunkan timnya untuk meninjaunya. Namun demikian, pihaknya enggan mengomentari proses hukum yang tengah berlangsung di Kejaksaan Tinggi Sultra.

Pihak kejaksaan telah memeriksa panitia lelang dan panitia pengadaan logistik serta rekanan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sultra.KIKI

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top