Connect with us

Cuma Tanyakan Gaji, Enam PHTT Bombana Dipecat

Uncategorized

Cuma Tanyakan Gaji, Enam PHTT Bombana Dipecat

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Sungguh malang nasib enam Pegawai Honorer Tidak Tetap (PHTT) yang kerja di Puskesamas Rarowatu, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Sekedar mempertanyakan gaji mereka yang dipotong selama dua bulan (Juni dan Agustus 2014). Kepala Puskesmas (Kapus) Rarowatu, Darwis Bafadal tega memecat kehonoreran mereka dengan mengeluarkan surat pemecatan bernomor SK 445/649/VIII/2014

Kejadian bermula Agustus lalu, ketika keenam honorer masing-masing bernama, Ice Trisnawati, S.Kep. Gumsidar, AMK, Sarliyati, AMg,
Hevie Inka Kristina, AMK, Rahmad AMK dan Ariso, mempertanyakan pemotongan gaji mereka yang dinilai tidak adil.

Pemotongan berdasarkan absensi kehadiran tersebut, terkesan pilih kasih. Sebab terkadang para PHTT masuk kantor namun diklaim tidak hadir. Tidak cuma itu, pemotongan dilakukan secara diskriminasi, karena ada PHTT yang tidak masuk kantor, namun gajinya tidak dipotong.

Ketua Divisi Advokasi LSM LIRA Bombana, Tamsir Laota akan mengadvokasi perlakuan semena-mena Kapus Rarowatu ini.”Para Honorer sudah meminta kami untuk mendapingi kasus ini. Dalam waktu dekat kami akan investigasi persoalan ini,” ujarnya.

Dia menegaskan tindakan Kapus dinilai arogan dan tidak prosedural. “Kalau pimpinan itu memecat bawahannya, harus dilakukan secara prosedural. Setidaknya sebelum ada SK pemecatan, diawali dengan teguran lisan maupun tertulis. Namun di kasus ini tiba-tiba muncul SK pemecatan,” ujar Tamsir.

Menurutnya, Kapus Rarowatu tidak layak memecat, sebab diantara keenam PHTT yang dikeluarkan itu, terdapat honor yang diangkat melalui SK Kepala dinas Dinas Kesehatan Bombana. “Artinya, tidak boleh dong, seorang Kapus memecat atau membatalkan sebuah SK, yang dikeluarkan oleh setingkat diatasnya. Ini jelas-jelas melanggar secara struktur,” ujarnya

Apalagi kekeliruan itu, sambung Tamsir diperkuat adanya oknum PHTT yang meski tidak masuk kantor, namun gajinya tidak dipotong alias dibayar full. “Inilah biang protes ke enam honorer ini. Terdapat perlakuan tidak adil dalam pemotongan gaji. Sebab Konon, oknum PHTT yang tidak diporong gajinya itu, merupakan kerabatnya Kapus ini,” jelas Tamsir

Namun persoalan itu dibantah oleh Kapus Rarowatu, Darwis Bafadal. Menurutnya, keenam honorer itu sudah ditegur namun kerap tidak mengindahkan teguran pimpinan. “Mereka itu masuk kantor semau-maunya. Kami memakai absensi sidik jari, jadi tidak benar masuk namun diklaim tidak masuk itu,” tuturnya melalui via telpon.

Dia mengaku, pemecatan itu sudah koordinasi dengan instansi terkait (Dinas kesehatan). “Saya sudah lakukan laporan kepada atasan saya, terkait pemecatan ini. Lagi pula pemecatan itu, bukan cuma persoalan di gaji. Tapi banyak hal, diantaranya tidak mengindahkan teguran,” jelas Darwis.

Meski begitu, namun dalam bantahan Darwis, enggan menceritakan apa saja perintah yang tidak di indahkan para honorer yang telah dipecat tersebut. ” Memang saya memecat, namun saya masih bersedia menerima mereka, asalkan mereka kembali menghadap dan mengakui kesalahan-kesalahannya,” tukas Darwis. (DAR)

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top