Connect with us

Catut Nama Pemda Kolaka, Pria Ini Utang Ribuan Porsi Coto

Uncategorized

Catut Nama Pemda Kolaka, Pria Ini Utang Ribuan Porsi Coto

KOLAKA,SUARAKENDARI.COM- Naharia, pemilik warung coto yang beralamat di jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara mendatangi Polres Kolaka guna membuat laporan Polisi.

Dirinya merasa ditipu oleh seorang warga Kolaka bernama Asmuni Akbar, yang dimana Asmuni Akbar memesan 250 porsi coto dalam sehari. Didepan Polisi, pemilik warung coto memperlihatkan surat perjanjian kerja dengan nomor 232.431/2014 yang ditandatangani diatas materai antara Naharia selaku pihak pertama dan Asmuni Akbar atas nama Kabag Keuangan sebagai pihak kedua.

Pemilik warung coto, Naharia mengungkapkan dirinya merugi hingga Rp.30 juta. “Saya merugi sampai Rp. 30 juta pak karena dalam satu hari dia ambil coto sebanyak 250 porsi, kali 6 hari berarti 1500. Dalam satu porsi itu harganya Rp. 20 ribu nah totalnya sebanyak Rp.30 juta. Kalau ketupatnya itu luar biasa banyaknya tapi yang tanggung kan penjual kalau ketupat pak,” ucap Naharia, Selasa (18/03/2014).

Dia juga menambahkan perjanjian kontrak itu terhitung, sabtu 23 februari 2014 dan berlangsung selama enam hari. Anehnya, dalam kontrak tersebut tertulis selama perjanjian ini terlaksana, pihak pertama akan menitipkan barang jaminannya selama dalam masa kontrak, seperti sertifikat rumah, BPKB motor/mobil dan emas. Barang titipan itu akan dijaga sebaik mungkin sampai akhir perjanjian kontrak. Jika barang jaminan hilang atau rusak, pihak kedua akan menggantinya dengan jaminan itu.

Terhadap masalah ini, Kabag Keuangan Pemkab Kolaka, Masdin ditemui di kantor Bupati, mengaku mengetahui masalah itu dengan mencatut namanya setelah dirinya mendapat surat pemintaan pemeriksaan saksi dari pihak penyidik Polres Kolaka.

“Saya kaget setelah mendapat surat dari penyidik Polres Kolaka, perihal permintaan pemeriksaan saksi terkait adanya penipuan yang mencatut nama saya dengan pemilik warung makan coto Paraikatte, apalagi saya tidak tahu masalahnya.”Katanya.

Menurut Masdin, surat dari penyidik kepada dirinya terkait laporan polisi nomor: LP/51/II/Sultra/Res Kolak, tanggal 19 Februari 2014 tentang terjadinya tindak pidana penipuan yang dilaporkan Naharia, dengan atn. Kabag keuangan Drs. Asmuni Akbar,MSi. Dirinya diharap menunjuk salah satu stafnya untuk memberikan keterangan di kantor Kepolisian Polres Kolaka, tentang kebenaran surat perjanjian kerja dimaksud.

“Terkait surat Kasat Serse, saya memerintahkan Kasubag Pembukuan bagian Keuangan, Bunde menghadiri undangan itu pada hari Jumat, 14 Maret 2014.”Katanya.

Karena itulah, Masdin mengharapkan kepada masyarakat jika ada penipuan yang mengatasnamakan dirinya ataupun pejabat lainnya, hendaknya mengecek kebenarannya di kantor setempat. Dia juga tidak memperdulikan masalah ini karena dirinya tidak tahu dan tidak mengenal Asmuni Akbar, biarkan dia sendiri yang berurusan dengan pihak berwajib.

Ditempat terpisah, Bunde mengungkapkan bahwa dirinya sudah menghadiri panggilan pihak penyidik dan memberikan jawaban terkait masalah ini.

Dihadapan penyidik dia mengaku tidak mengenal Asmuni Akbar dan tidak pernah ada kegiatan yang dilaksanakan bagian keuangan di hotel sutan Raja hingga memesan coto, dia juga mengaku tidak mengenal Nahria. Bahkan Bunde menilai bahwa setelah membaca surat perjanjian yang dibuat semua sepertinya tidak masuk akal. ABDI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top