Connect with us

Caleg PPP Bombana Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Uncategorized

Caleg PPP Bombana Diduga Gunakan Ijazah Palsu

 

BOMBANA,SUARAKENDARI.COM-Calon Legiaslatif (Caleg) terpilih asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara, diduga gunakan ijazah palsu saat pemilu legislatif (Pileg) 9 April lalu.

Keabsahan ijazah SMA caleg yang bernama Hanani asal dapil 1 Rumbia ini, diragukan banyak pihak. Sebab mendaftar sebagai caleg DPRD Kabupaten Bombana, Hanani hanya mengantongi surat keterangan hilang sebagai pengganti Ijazah.

Keaslian Ijazah SMA Hanani jadi tanyaan dan perbincangan serius di kalangan masyarakat. Apalagi dirinya, terpilih jadi anggota DPRD Bombana priode 2014-2019 berdasarkan hasil rekapitulasi Perhitungan Suara di KPUD Bombana April lalu.

“Seingat saya, menelusuri riwayat pendidikan pak Hanani itu ketika dirinya mendaftar ingin jadi kepala desa Lampata, Hanani hanya mengantongi ijazah SLTP,” pungkas La Sauba Tokoh Masyarakat Desa Mawar, kepada wartawan belum lama ini.

Keraguan ijazah itu makin menggelinding. Apalagi surat keterangan penggati Ijazah SMA tersebut, ditengarai tidak disertai dengan bukti penguat lain, berupa surat keterangan nilai atau semacamnya dari asal tempat sekolah.

Terpisah saat dikonfirmasi, Sekretaris DPC PPP Kabupaten Bombana, Muhammad Syarif mengatakan pihaknya masih menelusuri tudingan masyarakat tersebut.

Namun dirinya tidak menampik saat ditanya terkait penggunaan surat keterangan hilang yang dilakukan calegnya bernama Hanani di Partainya. Kata Syarif, Hanani sudah melampirkan surat keterangan hilang sebagai penggati ijazah SMA dari Dinas Pendidikan Bombana,

“Memang caleg kami ini, menggunakan keterangan hilang itu. Namun menyangkut keabsahan surat keterangan itu, atau apa yang digembor gemborkan masyarakat terkait palsu dan tidaknya, saya juga tidak tahu persis. ” singkatnya.

Sementara itu, Jumat (5/4) pihak Polres Bombana sudah menerima aduan terkait dugaan pemalsuan surat keterangan hilang atau pengganti ijazah SMA dari caleg PPP itu.

“Untuk yang mengaduh, sudah ada yang datang melaporkan masalah itu disini (Polres). Namun karena ada sangkut pautnya dengan pemilu, makanya pelapor dihimbau ke panwaslu dulu. Nanti dari sana baru kami proses,” ujar AKP. Susanto, Kasat Reskrim Polres Bombana. (DAR)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top