Connect with us

Bupati Konut Jalani Persidangan Kasus Pelanggaran Pemilu

Hukum & Kriminal

Bupati Konut Jalani Persidangan Kasus Pelanggaran Pemilu

KONAWE, SUARAKENDARI.COM – Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman akhirnya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Konawe, Rabu (16/4) terkait kasus pelanggaran pemilu. Sidang perdana ini diagendakan untuk pembacaan surat dakwaan sekaligus di rangkaikan dengan pemeriksaan saksi yang di hadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Konawe.

Aswad sendiri sudah berada di PN Unaaha sejak pukul 08.00 dikawal tim Kejaksaan Tinggi dan kepolisian. Aswad datang dengan pakaian dinas dan berusaha menghindari kejaran wartawan. Usai menandatangani penyerahan berkas perkara, Aswad kemudian kembali memasuki salah satu ruangan pengadilan negeri Unaaha untuk menanti agenda persidangan.

Persidangan Aswad berlangsung di ruang Sidang III Teatora, dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Safri, SH dan Hakim Anggota Hayadi, SH dan Musafir, SH. Dalam ruang sidang nampak hadir pula para perwakilan sepuluh partai politik daerah Kabupaten Konawe Utara.

Dalam pemeriksaan saksi-saksi, JPU Kejari Unaaha menghadirkan sembilan saksi yang diperiksa masing-masing, Suryana, Dasman Hamidu, Hartono, Asmudin Moita, Abuhaera (Sekda Konut), Hikmad Ilham, Dr Mili, Msi, Sundubao dan Husni Skm.

Salah seorang saksi Suryana, Spd, M.si, mengatakan, bahwa,  saat pertemuan,  Bupati Aswad Sulaiman melalui sekda Konut menginstuksikan seluruh kepala sekolah SD Se Kabupten Konawe Utara untuk memenangkan Partai Demokrat di wilayah mereka.

“Apabila tidak menang partai Demokrat Di kabupaten Konawe Utara, mulai dari kabupaten sampai Provinsi, maka setelah selesai pemilihan maka akan di non job, semua kepala sekolah,”ungkap Suryana yang merupakan Kepala Sekolah SD Molawe tersbut.

Sementara itu, salah satu Tim Jaksa Penuntut Umum, Nizar Febriansyah, SH mengungkapkan pada persidangan siang tadi, jaksa  akan menghadirkan 13 saksi. Namun pihaknya masih perlu mempertimbangkan hal tersebut karena mengingat terbatasnya waktu persidangan.

“Kami  masih mempertimbangkan apakah perlu hadirkan semua saksi, sebab kami juga harus berburu dengan waktu, apalagi terdakwa ada kemungkinan juga akan menghadirkan saksi yang meringankan, karena dalam aturan UU pemilu waktu persidangan yang diberikan hanya 7 hari, Ujar Nizar yang merupakan Kasi Pidum Kejari Konawe tersebut.

Sidang dimulai sejak pukul 10:15 Wita,  sempat di tunda, pada pukul 12.30 wita lalu dilanjutkan kembali pada 14.00 wita.

Sementara itu suasana di luar ruang sidang tampak tegang, ratusan orang tampak memadati PN Unaaha. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tersiar kabar jika akan ada gelombang unjuk rasa dari pendukung Aswad Sulaiman.

Untuk mengamankan jalannya sidang tersebut, aparat kepolisian Polres Konawe, mengerahkan satu pleton pasukan Dalmas, satu buah Kendaraan water Canon ikut di siagakan, di bantu dari Unsur TNI dan Sat POL PP Pemda Konawe.

Dalam kasus tersebut Aswad Sulaiman didakwa UU nomor 8 tahun 2012 pasal 277 dan 299 dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara.(MAN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Hukum & Kriminal

To Top