Bupati Buton Bakal Dijerat KPK ?

SUARAKENDARI.COM-Kasus suap Mantan Ketia Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar bak bola api terus menggelinding menyentuh semua pihak yang diduga terlibat.

Setelah mengantongi salinan putusan incraht Akil Mochtar, KPK langsung mengebut pengembangan penyidikan kasus suap sengketa Pilkada di MK itu. Setelah menetapkan Bupati Morotai, Rusli Sibua sebagai tersangka, KPK bakal menjerat satu lagi penyuap Akil.

Informasi yang didapat, Kamis (2/7/2015), seperti dilaporkan situs terkemuka Detik.com, pimpinan KPK bersama jajaran kedeputian penindakan telah melakukan ekspose. Dalam ekspose itu disepakati ada satu lagi penyuap Akil yang bakal ditetapkan sebagai tersangka.

Penyuap Akil yang bakal ditetapkan tersangka ini namanya juga tertulis jelas dalam amar putusan yang diketuk Hakim Agung Artidjo Alkostar Cs. Dia adalah salah satu penyuap dengan nilai suap yang fantastis.

Jika dilihat dalam amar putusan Akil, ada beberapa pihak yang disebut sebagai pihak penyuap namun belum dijerat KPK. Ada tiga kasus suap sengketa Pilkada lagi yang tengah dibidik KPK, yakni Empat Lawang, Buton, dan Jawa Timur.

Untuk Pilkada Empat Lawang, Akil disebut menerima suap senilai Rp 10 miliar dari bupati terpilih, Budi Antoni Al Jufri. Dalam proses penyidikan dan persidangan, Budi Antoni juga telah dihadirkan sebagai saksi.

Selain itu, ada juga sengketa Pilkada Jawa Timur. Dalam menangani Pilkada Jatim, Akil disebut dijanjikan uang senilai Rp 10 miliar. Nama politisi Golkar Zainuddin Amali terseret dalam kasus ini. Namun, Zainuddin Amali yang pernah diperiksa KPK membantah keterlibatannya dalam pengurusan sengketa Pilkada Jatim.

Plt Pimpinan KPK, Johan Budi menegaskan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus penyuapan terhadap Akil Mochtar. Semua pihak yang disebut dalam amar putusan, hampir pasti akan dijerat.

“Tentu kami masih akan mengembangkan kasus penyuapan terhadap Akil Mochtar ini lebih lanjut, tidak berhenti di sini,” kata Johan, Jumat (26/6) pekan lalu. SK/detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *