Bupati Bombana Tutup Paksa Lokasi Tambang Galian C Ilegal

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Maraknya tambang galian C Ilegal di Kabupaten Bombana, membuat Pemerintah Kabupaten Bombana mengambil langkah tegas.

Sabtu (20/6), Bupati Bombana H. Tafdil, langsung memimpin jajarannya lakukan Inspeksi mendadak (sidak), kepada sejumlah perusahaan yang ditengarai melakukan penambangan secara Ilegal alias tidak memiliki izin.

Didampingi puluhan Polisi Pamong Praja, pihak Dinas pertambangan serta Badan Lingkungan Hidup Bombana, Rombongan Pimpinan Tafdil ini mulai bergerak sekitar Pukul 10.30. Wita.

Tinjauan pertama, yakni lokasi tambang Galian C disekitar wilayah Tompo Batu Kecamatan Rumbia. Sidak berhasil temukan Empat alat berat berupa Excavator sedang beroperasi, beserta satu trek sedang menunggu galian.
 
Diketahui aktivitas galian itu ilegal, spontan saja, Tafdil langsung turun dan mengerahkan anak buanya untuk menghentikan penambangan tersebut.

Empat alat berat exca yang bertuliskan, PT. Bumi Karsa itu, dipaksa parkir. Dijejer di satu tempat dan dilarang beraktivitas atas nama pemkab Bombana.

Menurut Tafdil, lokasi tersebut merupakan lokasi milik perusahaan PT. Malewo. Di duga belum mengantongi  Izin pertambangan Galian C,  namun sudah beroperasi.  “Kami tidak melarang atas hadirnya penambangan galian C ini, tapi urus dulu legal standingnya. Aktivitas ini terbukti belum mengantongi izin,” Tegas Tafdil.

Dia mengatakan sejak hadirnya penambang ilegal di Bombana telah rugikan daerah hingga miliaran rupiah. “Daerah rugi sekitar 2 miliar akibat penambangan ilegal ini. Sudah lama saya layangkan surat teguran, tapi tidak juga di indahkan. Saatnya kami lakukan tindakan,” terangnya.

Sebelum lanjutkan sidak ketempat lain, Tafdil berpesan agar  empat Exca tidak boleh lagi beroperasi di lokasi tersebut. “Seingat saya, perusahaan ini sudah lama tidak beroperasi. tapi saya curiga, kemungkinan ada oknum tertentu yang coba manfaatkan sehingga  menambang secara ilegal,” duga Tafdil

Bupati yang dilantik 25 Agustus 2011 ini, berpesan agar pemilik ataupun siapa saja yang menggerakan perusahaan itu segra mengurus semua kewajibannya.
“Kami minta para penambang di Bombana ini  ikuti prosedur. Jangan menggunakan cara-cara ilegal atau sistem mencuri. Kami juga berharap agar sidak kami ini, lekas ditindak lanjuti oleh Pihak Kepolisian,” harapnya. 

Tafdil kesal, sebab material dari aktivitas ilegal itu, bukan cuma di gunakan disekitar Bombana tapi ikut dimanfaatkan hingga diluar Kabupaten Bombana. “Material ilegal ini di angkut hingga diluar Bombana. Sudah caranya ilegal, daerah kita sangat dirugikan, dimanfaatkan pula hingga diluar Bombana. Ini sangat keterlaluan. Lalu siapa yang tanggulangi jika terjadi kerusakan lingkungan akibat galian ini,” ujarnya.

Hampir sejam lamanya, usai menghentikan aktivitas ilegal di wilayah konsesi PT Malewo, Rombongan Tafdil langsung bergerak di Konsesi milik CV Gerhana Saputra di Larete Kecamatan Raowatu utara.

Rombongan kembali temukan  adanya aktivitas galian C. Tafdil langsung menghentikan aktivitas.  Untungnya pemiliknya langsung memperlihatkan sejumlah dokumen perizinan.

Tafdil  bersama jajarannya memeriksa langsung dokumen yang disodorkan. 
Dianggap sah dan memiliki izin, aktivitas  CV. Gerhana Saputra tidak dilakukan penyitaan atau pemberhentikan.

Usai pantau di CV. Gerhana, Rombongan langsung bergerak di Lokasi penambangan di Langkapa, atau diatas Kantor Dinas PU Bombana. Dilokasi ini, Tafdil kembali temukan adanya aktivitas.

Tapi sayang,  para pekerja seolah tahu bakal di sidak, sehingga mereka lekas mengosongkan lokasi. Terbukti, saat rombongan menyambangi lokasi ini, cuma melihat sebuah exca dengan mesinnya masih panas, beserta sejumlah tumpukan galian disekitarnya. Sementara pekerjanya sudah tidak ada. Di duga pekerjanya lekas melarikan diri sebelum dipergoki

Syahrun, Kabid pertambangan Umum, Distamben Bombana mengaku tidak tahu, nama perusahaan yang beroperasi dilangkapa tersebut. Sebab perusahaan itu, kata dia belum mengantongi izi ataupun mengurus izin di Distamben.

Usai sidak, Tafdil memerintahkan Pol PP agar memantau aktivitas tambang galian C ilegal di Bombana. “Kami tidak melarang atas penambangan galian C ini, tapi urus dulu, legal standingnya. Aktivitas ini terbukti tidak mengantongi izin,” tukasnya.

Sementara itu, KTU Pol PP Bombana  Andi firman mengaku akan menempatkan personilnya untuk memantau aktivitas yang sudah dilarang langsung oleh Tafdil. (DAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *