Connect with us

Bupati Bombana: Sekda Ketiga Jangan Lagi Jadi Tersangka Ketiga

Bupati Bombana: Sekda Ketiga Jangan Lagi Jadi Tersangka Ketiga

Uncategorized

Bupati Bombana: Sekda Ketiga Jangan Lagi Jadi Tersangka Ketiga

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Sebagai langkah awal, Bupati Bombana H. Tafdil langsung menugasi lima point untuk Burhanuddin  selaku Sekda Bombana yang baru dilantik Senin  kemarin (13/10). Kelima point tersebut, diantaranya  mempertahankan predikat  Wajar Tanpa pengecualian (WTP) bagi tata kelolahan keuangan Pemkab Bombana. Tingkatkan jalur perhubungan, utamanya pembangunan Dermaga,  serta tingkatkan kedisplinan para pegawai Bombana.

Sementara dua pesan lainnya yakni evaluasi sistem enam hari kerja Pemkab serta gunakan perangkat IT untuk urusan surat menyurat. Lima pesan itu disampaikan Tafdil saat memberi sambutan usai pengucapan Sumpah jabatan Burhanuddin selaku sekda devenitif Bombana.

“ Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangaan harus dipertahankan. Sekda terpilih lekas berkoordinasi dengan para instansi SKPD Bombana dalam pengelolaan tata keuangan daerah,” jelas Tafdil.

Sementara pembangunan Dermaga, Tafdil percaya terhadap kemampuan Burhanuddin. Sebab Sekda yang baru dilantik merupakan mantan Kadis Perhubungan pemrov Sulawesi tenggara.

Bupati yang dilantik 25 Agustus 2012 lalu ini, berharap Burhanuddin dapat membina para pegawai Bombana khususnya kedisplinan. Bahkan Ketua PAN Bombana ini,  berencana akan menggunakan sistem lima hari kerja. “ini pak sekda lekas dievaluasi  mana yang terbaik untuk daerah,” tandas Tafdil.

Sedangkan urusan surat menyurat, Tafdil arahkan agar Pemkab mewujudkan penggunaan system IT. Satu diantaranya lewat email.

Sedangkan pesan terakhir terkait  persolanan Hukum. ” Saya harap, Sekda ketiga jangan lagi jadi tersangka ketiga,” pungkas Tafdil dalam guyonan. Bupati terpilih yang berpasangan dengan Hj Mashura ini tidak melanjutkan makna kata yang diungkapkan tersebut.

Namun dapat ditebak perkataan Tafdil isyaratkan tentang tata kelolah keuangan daerah dengan baik. Sebab dua sekda sebelumnya,  tersandung kasus penyalagunaan keuangan daerah.

Saat ditemui usai pelantikan, Sekda Bombana Burhanuddin mengatakan akan menjalankan apa yang jadi pesan Bupati. “Apa yang dipesankan kepada saya,  tentu akan saya  jalankan dengan baik.  Memang mempertahankan WTP itu susah dari pada mengejar. Namun sudah menjadi tugas saya untuk koordinir. apa yang sudah dilakukan pelaksana sekda sebelum saya, tinggal dilanjutkan,” ujar Burhanuddin

Mantan Kadis Perhubungan Pemrov Sultra ini, menyatakan kesanggupannya untuk keempat pesan lainnya dari Bupati. Saat ditanya kehawatiran terkait persoalan hukum, Burhanuddin mejawab itu perpulang pada masing-masing pribadi. “ Kalau saya, tetap berupaya menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.,” tukasnya. (DAR)

1 Comment

1 Comment

  1. Raman

    April 4, 2015 at 8:07 pm

    mohon informasi tenntag perbedaan ijin HO pendokan dan ijin HO hotel.Kamis, 18 Agustus 2011Berdasarkan Perda No.12 Tahun 2001 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan”Setiap orang atau badan yang mendirikan, pindah tempat, balik nama, ganti nama dan memperluas kegiatan atau tempat usahanya dilokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian, gangguan masyarakat, tidak termasuk tempat usaha yang lokasinya telah ditunjuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah” wajib memiliki Izin Gangguan (HO) sebagai izin operasional.Jadi untuk usaha Hotel atau Pemondokan Izin HO-nya tidak berbeda.Namun untuk usaha Hotel, selain Izin HO dilanjutkan dengan izin teknis operasional yakni Surat Izin Usaha Kepariwisataan (SIUK).Demikian informasi yang kami sampaikan. 0 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top