Bombana Masuk Daftar Daerah Tertinggal, Kinerja Tafdil-Mashura Dikritik

0

SUARAKENDARI.COM-Memimpin selama empat tahun di Kabupaten Bombana, kinerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana H.Tafdil dan Hj. Mashura Ilah Ladamay mulai menuai sorotan.

Kinerja Pemkab Bombana diklaim lemah dalam urusan menciptakan lapangan pekerjaan, menyejahterakan masyarakat, penegakan Hukum, kemajuan pendidikan, hingga tudingan lamban dalam memajukan percepatan pembangunan.

Wacana tersebut mengemuka dalam diskusi panel Silaturahmi Daerah (silatda) menghadirkan sejumlah pemateri dari putra-putri Bombana yang sudah sukses di ranah perantauan. Selasa malam  di lapangan eks MTQ Bombana (15/12) di Rumbia Ibukota Kabupaten Bombana.

Diskusi dengan tema apa, kenapa dan Bagaimana Bombana kedepan itu, menghadirkan enam pemateri. Diantaranya, Kasra Jaru Munara, Humas Resources Manager, Schlumberger Technologi Negara Singapore,  Herlina Usman dosen Pasca Sarjana dan Kepala Penjamin Mutu Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Syaifuddin, Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Pusat. Serta pemateri lainnya, yakni putra-putri Bombana yang sudah sukses dirantau.

“Yang mesti dibenahi itu diantaranya, hadirnya strategi dan terobosan tertentu. Bagaimana menerapkan sebuah sistem berjalan dengan baik. Misalnya saja penataan sebuah birokrasi. Penempatan seorang kepala dinas itu harus diisi orang yang sesuai dengan kompetensi atau disiplin ilmunya. Pengembangan dunia usaha kita juga kurang. Banyak generasi muda kita sesudah lulus sekolah kebingungan mau bikin apa, akibat kurangnya menciptakan lapangan pekerjaan. Ini tugas pemerintah “pungkas Kasra Munara kepada peserta diskusi.

Dari segi hukum, Bombana tidak luput dari kritikan.”Daerah ini perlu memiliki sebuah pengadilan negeri dan kejaksaan Negeri. Ini sangat penting untuk proses penegakan hukum itu, benar-benar hadir ditengah masyarakat. Saya lihat penegakan hukum disini, masih lemah. Ini tidak boleh dibiarkan, dan hadirnya para penegak hukum itu harus ada inisiatif dari pemerintah setempat,” ujar pemateri Syaifuddin putra Bombana yang kini bertugas di Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Pusat.

Sementara dari segi peningkatan kualitas pendidikan, Bombana dinilai masih lemah. “Bagian terpenting itu, bagaimana kiat pemerintah merangsang masyarakat dan aparatnya meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusianya). Sebab Bombana memiliki Sumber Daya alam, namun tidak banyak berbuat banyak, akibat SDM kita  belum Kompoten,” tukas Herlina Usman, dosen Pasca Sarjana dan Kepala Penjamin Mutu Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Jakarta,

Diskusi panel makin berjalan alot ketika disinggung Bombana masuk daftar kategori  salah satu daerah tertinggal di Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 131 tahun 2015 tentang penetapan daerah tertinggal.

Namun sayang, jalannya diskusi dinilai pincang karena tidak diikuti dari kalangan birokrasi Bombana. Pihak Atap Rumbia (AR) selaku organizer penyelenggara mengaku sudah mengudang pihak birokrasi Bombana, Baik jajaran eksekutif maupun legislati. Namun pihak yang diundang tidak ada yang berani muncul.

Pantauan media ini, satu-satunya utusan pemerintah yang datang mewakili Bupati Bombana yakni asisten I Pemkab Bombana Djalaludin. Namun matan kadis PU Bombana ini lekas “kebur”. Hadir cuma mengikuti acara pembukaan, dan saat diskusi hendak dimulai, Djalaluddin buru-buru minta pamit.

“Diskusi ini sangat bagus dan menarik. Membedah perjalanan kabupaten Bombana guna menuju kearah yang baik. Namun sayang, kenapa tidak dihadiri oleh pihak pemerintah.  Padahal ini penting guna mencari solusi, demi mewujudkan daerah kearah yang lebih baik. Kami senang diskusi seperti ini terus dipupuk dan dilanjutkan. Permintaan kami itu, pemerintah ikut melibatkan diri disini agar diskusi tidak pincang serta ada jawaban dari pemerintah Bombana,” ujar salah satu peserta diskusi. (Dar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.