Connect with us

Bombana Kembangkan Program Pemetaan Sosial Partisipatif Berbasis GIS

Uncategorized

Bombana Kembangkan Program Pemetaan Sosial Partisipatif Berbasis GIS

BOMBANA, SUARAKENDARI.COM-Menjelang diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa pemerintah, Kabupaten Bombana mempersiapkan kapasitas masyarakat dan pemerintahandesa/kelurahan. Pemerintah kabupaten yang dipimpin oleh H. Tafdil dan Hj. Masyura melalui program GEMBIRA (gerakan membangun Bombana dengan ridha Allah) berupaya menjawab kebutuhan kapasitas tersebut dengan dukungan penyediaan data secara partisipatif di tingkat desa/kelurahan berbasis sistim informasi geografis (SIG) di seluruh desa/kelurahan se-Kabupaten Bombana.

Program ini merupakan salah satu inovasi kebijakan daerah yang pertama Sulawesi Tenggara dalam bentuk pendataan partisipatif, sebab model pendataan partisipatif berbasis sistim informasi geografis (SIG) untukseluruh desa/kelurahan di satu kabupaten baru dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Bombana.

Belajar dari pengalaman tersebut pemerintah Bombana melalui Bappeda berinovasi untuk melakukan kegiatan pemetaan social ekonomi keluarga secara partisipatif. Pemetaan social ekonomi desa adalah salah satu rangkaian proses yang digunakan masyarakat untuk mengidentifikasi siapa miskin atau yang termarjinalkan, apa ukuran kesejahteraan mereka dandimana mereka berada, bagaimana akses dan kontrol mereka terhadap sumberdaya serta assetdan kekuatan apa yang mereka miliki. Pemetaan sosial ekonomi desa ini telah dipkratekkan olehlembaga pemerintah maupun non pemerintah dalam upaya peningkatan partisipasi warga dalamperencanaan pembangunan.

Tujuan dari pelaksanaan pendataan ini adalah menyediakan peta social ekonomi desaberbasis keluarga, mengidentifikai potensi /asset sebagai bahan dasar bagi perencana danpelaku penganggaran desa/kelurahan maupun kabupaten, dan meningkatkan pengetahuanpemerintah desa dan masyarakat tentang hubungan data dan perencanaan serta penganggaran.

Untuk pelaksana teknis pendataan partisipatif pihak Bappeda Kab. Bombana merekrut 22Tenaga Pendamping yang mewakili 22 kecamatan di seluruh kabupaten Bombana. Sebelum melakukan pendataan, Tenaga Pendamping diberikan pelatihan CLAPP atau communityLearning and Action Participatory Process. CLAPP adalah sebuah metode pendataan yangmelibatkan warga sebagai subyek aktiv yang memberikan masukan atas proses, substansi danhasil dari pendataan itu sendiri. Metode ini juga mendorong warga dan pemerintahdesa/kelurahan menjadi pemilik data sekaligus bertanggung jawab atas data itu sendiri.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendamping tentang metode CLAPP dalam pendataan sosial ekonomi rumah tangga. Tenaga pendamping nantinya akan berkerja sebagaifasilitator pendataan di tingkat desa yang akan dibantu oleh 2-3 orang enumerator atau pencacahsensus sosial ekonomi rumah tangga.

Sebagai persiapan awal, Pemda Bombana telah menggelar pelatihan yang diadakan pada tanggal 18-23 April 2014 lalu, dimana Bappeda melibatkan organisasi masyarakat sipil di Kabupaten Bombana seperti  LSM SAGORI dan juga difasilitasi oleh fasilitator yang telah berpengalaman dengan model pendataan partisipatif.

Direktur LSM SAGORI Sahrul Gelo menyatakan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah kabupaten Bombana yang mau mengadopsi model pendataan partisipatif yang biasanya dilakukan di kalangan LSM dan lembaga donor. Selain itu, pendataan ini juga melibatkan organisasi masyarakat sipil. Sahrul juga menambahkan, bahwa, model pendataan ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan dan informasi serta mengenali potensi yang dimiliki oleh rumah tangga maupun desa/kelurahannya.

Kepala Bappeda Kabupaten Bombana, DR. Sukanto Toding, M.Si menyatakan bahwa saat ini pihak Bappeda dan tenaga pendamping yang telah dilatih sedang merekrut tenagaenumerator tingkat desa/kelurahan di seluruh kabupaten Bombana. Selanjutnya akan diberikanbimbingan teknis untuk implementasi diseluruh desa/kelurahan. “Harapannya pendataan ini dapatberjalan sesuai rencana dan bisa di launching pada bulan agustus 2014,”kata Sukanto Toding. (ARA)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Uncategorized

To Top