Connect with us

Bisnis Hotel Picu Pertumbuhan Ekonomi Sultra

Bisnis

Bisnis Hotel Picu Pertumbuhan Ekonomi Sultra

KENDARI, SUARAKENDARI.Com- Bisnis perhotelan yang ada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah semakin berkembang, hal tersebut ditandai dengan masuknya berbagai jenis hotel ternama yang mempercayakan Sultra sebagai salah satu daerah investasi dibidang perhotelan.

Mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang kini dapat dijumpai di Kota Kendari, beberapa hotel ternama yang juga sudah ada di kota besar lainnya seperti Horison dan Swiss-Belhotel selama beberapa tahun ini sudah beroperasi di Kota Kendari.

Tidak hanya dua hotel berbintang itu yang mempercayakan Kendari sebagai salah satu kota yang dinilai memiliki tingkat perekonomian semakin membaik. Saat ini, Grand Clarion Kendari yang sudah siapp beroperasi juga menambah deretan hotel berbintang yang ada di kota ini.

Azhar Bafadal, seorang Pakar Ekonomi, menjelaskan bahwa dengan kehadiran Grand Clarion Kendari merupakan salah satu indikator bahwa tingkat mobilitas di daerah tersebut sudah semakin tinggi. Sehingga tidak heran jika hotel-hotel besar berani untuk menanamkan sahamnya.

“Tentu dengan kehadiran Grand Clarion Kendari maka kedepannya Sultra akan menjadi salah satu daerah tujuan, kita ketahui bersama bahwa orang yang menginap di hotel-hotel, bukan orang asal Kendari, sehingga dengan hadirnya hotel ternama seperti Grand Clarion, maka menandakan bahwa perekonomian kita akan semakin membaik lagi kedepannya,” terangnya, Rabu.

Alasannya mengatakan bahwa perekonomian Sultra akan semakin membaik karena para pengunjung yang datang dan menginap di Grand Clarion tentu sudah memiliki cita-cita untuk menanamkan sahamnya di Sultra, sehingga keuntungannya diberikan untuk daerah.

Grand Clarion Kendari yang dibangun langsung berhadapan dengan Teluk Kendari tentu memiliki nilai tawar tersendiri, pihak investor juga yang menanamkan sahamnya sudah membaca peluang besar bahwa dengan dibangunnya hotel tersebut maka akan mendatangkan banyak investor lainnya.

Tidak hanya itu, dengan kehadiran Grand Clarion juga akan membuka peluang diadakannya kegiatan internasional di Sultra. Pasalnya, sarana dan prasarana sudah semakin memadai, tentu fasilitas yang diberikan Grand Clarion Kendari juga tidak jauh beda dengan beberapa Grand Clarion yang ada di kota besar lainnya.

Azhar juga menuturkan bahwa dengan kehadiran Grand Clarion Kendari, tidak akan mematikan hotel-hotel lain yang sudah ada jauh sebelum kehadiran Grand Clarion Kendari.

“Kalau masalah persaingan tentu dengan adanya Grand Clarion Kendari akan menjadi salah satu saingan bagi hotel-hotel yang lain, tapi kalau masalah kehadiran hotel ini membunuh hotel yang lain tentu saja tidak, karena setiap hotel itu sudah ada pasarannya, tentu Grand Clarion Kendari diperuntukkan bagi mereka dengan taraf ekonomi menengah ke atas,” tuturnya.

Hotel yang ada sebelum kehadiran Grand Clarion tentu bisa tetap bertahan, jika memperbaiki fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada pengunjung, sehingga tidak akan mematikan, tapi justru akan tercipta persaingan yang sehat. (LINA)

Berburu Sunset di Teluk Kendari

Oleh: Sitti Harlina

Kota Kendari merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan luas wilayah 295,89 KM2 terdiri dari 10 kecamatan dan 64 kelurahan dengan jumlah penduduk saat ini yakni 415 ribu jiwa, telah tumbuh menjadi kota yang semakin maju.

Pertumbuhan Kota Kendari dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan perkembangan sarana dan prasarana yang memadai. Beberapa bangunan tinggi, hotel ternama dan bisnis properti sudah mulai berkembang pesat di Kota Kendari.

Citra Land merupakan salah satu perumahan mewah yang berani menanamkan sahamnya di Kota Kendari karena melihat peluang bisnis property di Kota Kendari dalam waktu mendatang akan tumbuh semakin pesat. Harga rumah dan ruko yang ditawarkan Citra Land Kendari juga cukup bervariasi mulai dari ratusan juta hingga milyaran. Meskipun demikian, hampir sebagian besar perumahan dan kompleks ruko yang ditawarkan Citra Land Kendari sudah hampir habis terjual.

Walikota Kendari, Asrun, yang berhasil memimpin Kota Kendari sejak tahun 2007-2012 cukup memberikan kemajuan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya itu, Asrun yang didampingi wakilnya, Musadar Mapasomba, diperiodenya yang kedua 2012-2017 terus melakukan pembangunan di berbagai sektor. Tentu apa yang dilakukannya itu tidak lepas dari kerja sama yang telah dilakukan dengan pemerintah provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Sultra, Nur Alam.

Salah satu yang menjadi icon Kota Kendari saat ini yakni keindahan teluk kendari yang banyak dinikmati orang. Bukan hanya orang lokal, melainkan pendatang yang berkunjung di Kota Kendari, selalu menghabiskan waktu menjelang sunset di Teluk Kendari.

Keindahan Teluk Kendari yang berada di tengah-tengah kota merupakan pemandangan yang memiliki ciri khas sendiri, hal ini tentu menjadikan keindahan Teluk Kendari tidak kalah dengan beberapa teluk lain yang ada di Indonesia.

Teluk Bayur yang terletak di Kota Padang dan Teluk Ekas yang berada di Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dapat disejajarkan dengan Teluk Kendari yang sama-sama memiliki keindahan teluk masing-masing, apalagi menjelang sunset.

Dreamland, sebuah komunitas yang biasa menghabiskan waktunya di beberapa tempat wisata ikut memuji keindahan sunset di Teluk Kendari. Hal tersebut dikatakan Ketua Dreamland, Naharia Asni.

“Keunikan golden sunset yang ada di Teluk Kendari menjadi nilai tersendiri sehingga pantas untuk disejajarkan dengan beberapa teluk lain yang ada di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

Menurutnya, sunset yang ada di Teluk Kendari merupakan suasana yang sangat menakjubkan dan banyak mengundang wisatawan atau warga sekitar yang seringkali menunggu kedatangannya hanya untuk menyaksikan sunset di Teluk Kendari.

Meskipun sudah sering kali menikmati sunset Teluk Kendari, namun ia tidak pernah bosan untuk tetap menunggu datangnya sunset lagi.

Sudah banyak waktu yang dihabiskan komunitas Dreamland di Teluk Kendari, suasana yang begitu menghangatkan membuat komunitas ini bangga menjadi warga Kota Kendari.

“Kami tidak perlu keliling atau ke daerah lain untuk mengejar keindahan sunset, karena kami sudah bisa merasakan di Kota Kendari,” ujarnya.

Bukan hanya komunitas Dreamland yang mengidolakan keindahan Teluk Kendari, melainkan banyak remaja dan beberapa perkumpulan dan pencinta otomotif juga menghabiskan waktunya di Teluk Kendari.

Waktu menjelang sunset, Teluk Kendari sudah mulai dipadati banyak orang, tidak sekedar menikmati sunsetnya, tapi Teluk Kendari juga dinikmati sebagai salah satu tempat untuk mengabadikan gambar.

Tidak hanya Teluk Kendari yang menjadi satu-satunya icon Kota Kendari, melaikan Tugu MTQ juga menjadi salah satu keunikan dari Kota Kendari.

Tugu MTQ yang dibangun pada masa Gubernur Ali Mazi, menjadikan Sultra sebagai salah satu daerah yang juga terkenal dengan tugunya. Dimasa pemerintahan Nur Alam-Saleh Lasata, juga terus melakukan pemeliharaan terhadap Tugu MTQ sebagai salah satu asset pemerintah.

Bahkan dikawasan Tugu MTQ, berbagai kegiatan tingkat nasional telah digelar dan Sultra telah dipercayakan sebagai tuan rumah.

Beberapa kegiatan tingkat nasional yang telah diselenggarakan di Kota Kendari, Sultra antara lain, Teknologi Tepat Guna (TTG) pada tahun 2011, Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) pada tahun 2012 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada tahun 2013 serta beberapa kegiatan nasional lainnya.

Tentu dengan diselenggarakannya beberapa kegiatan nasional tersebut, Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sultra semakin dikenal di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Perkembangan yang ditunjukkan Kota Kendari dari tahun ke tahun terus menunjukkan perkembangan kota menuju kota metropolitan.

Salah satu faktor pendukung lainnya yakni hadirnya beberapa hotel ternama, seperti Plaza-In, Horison, Swiss-Belhotel dan terakhir hadirnya Grand Clarion Kendari yang menjadikan Kota Kendari sebagai salah satu ibu kota yang tidak bisa dipandang sebelah mata lagi.

Kota Kendari yang juga terkenal dengan Kota Lulo mengajarkan banyak hal kepada para pengunjung, lulo merupakan budaya khas Kota Kendari yang merupakan tarian saling bergandengan tangan satu sama lain dan biasanya melingkar.

Kota ini didiami oleh beberapa etnis, yakni Tolaki (etnis asli Kendari), Muna, Buton dan Bugis-Makassar, namun yang lebih unik semua etnis atau suku yang ada di wilayah Indonesia dapat dijumpai di Kota Kendari.

Dengan keberagaman etnis yang ada di Kota Kendari tetap menjadikan kota ini sebagai kota yang aman dan nyaman, karena masyarakatnya selalu hidup berdampingan dan saling tolong-menolong satu sama lain.

Dalam visinya kedepan, pasangan Asrun-Musadar memiliki cita-cita untuk membangun kota dalam taman dan dapat diwujudkan pada tahun 2020 mendatang.

Untuk mewujudkan semua itu, Asrun terus menghimbau agar menciptakan Bougenvil City, sehingga tidak heran, saat ini Kota Kendari banyak dihiasi tanaman Bougenvil. (LINA)

 

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Bisnis

To Top