Connect with us

Bintang Zea Bersinar Terang Di Kota London

Metro

Bintang Zea Bersinar Terang Di Kota London

 Seorang bocah berusia empat tahun asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara,  menunjukkan bakat luar bisa melalui seni lukis. diantara ribuan lukisan anak seusianya dari berbagai negara di dunia, lukisannya yang berjudul “zea star” mendapat apresiasi dari sebuah galery seni yang berbasis di Kota London, Inggris.

Di rumah sederhana berukuran 6×6 meter, disudut kota kendari, bocah berusia empat tahun bernama zephyras frusian zearopa zea terlahir. Dari tangan mungil ajaibnya,  sejumlah lukisan kontemporer menakjubkan tercipta.

Bakat bocah yang akrab disapa zea itu terlihat pertama kali oleh sang ayah, muawal (35). Saat itu Zea baru berusia sepuluh bulan.

“Waktu itu Zea baru berjalan jalan. sambil merangkak dan menopang tubuhnya didinding rumah, Ia mulai mencoret-coret dinding dengan batang crayon. dan coretannya membentuk garis-garis berpola yang merupakan dasar-dasar lukis” kenang muawal sambil tersenyum tenang.

Sadar anak sulungnya memiliki bakat, muawal dan istrinya irmawati bersepakat mengembangkan bakat zea. sejumlah fasilitas melukis mulai dari kuas, kanvas hingga pewarna dibiarkan selalu dekat dengan Zea.

Hingga diusianya yang empat tahun kini, dari tangan mungil Zea telah tercipta belasan lukisan.

“Awalnya lukisan-lukisannya masih abstrak. Tapi sekarang sudah mengarah ke aliran kontemporer. objeknya sudah terbentuk” ujar Muawal.

Salah satu lukisan Zea yang Ia beri judul Bintang Zea (Zea Star) mendapat apresiasi dari sebuah gallery seni bernama look and learn art yang berbasis di Kota London, Inggris.

Januari 2014 lalu, lukisan Zea yang dikirim ibunya berhasil menjadi pilihan juri untuk dipamerkan setelah menyisihkan ribuan lukisan anak lainnya dari berbagai negara untuk kategori usia nol sampai tujuh tahun.

Yayasan itu bahkan menjamin akan terus memamerkan lukisan zea hingga sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan lukisan atau sampai ia berumur 18 tahun.

Penghargaan itu tidak didapat dengan mudah. pasalnya lukisan Zea yang tidak biasa kerap tidak mendapat pengakuan.

“Masalahnya, seni lukis belum mendapat apresiasi dari lingkungan termasuk pemerintah disini. contohnya saja lukisan yang biasa dilombakan harus harus sesuai keinginan guru atau juri yang pengetahuannya tentang seni lukis masih minim” kata Irmawati.

Sadar karya zea yang tak biasa tidak mendapat tempat dinegeri sendiri, suatu saat dipenghujung tahun 2013, sang bunda mencoba peruntungan dengan mengirimkan salah satu lukisan Zea ke sebuah laman galery seni yang ia temukan di internet.

Sebelum mengirim lukisan, sang bunda terlebih dahulu berdiskusi dengan putri kecilnya. Tak disangka Zea keberatan dengan judul lukisan yang ditetapkan sang bunda.

“Awalnya saya kasih judul lukisannya star fish atau bintang laut, tapi dia bilang judulnya bintang Zea karena itu bintangnya. Bintang Zea katanya. Pas dikirim juga, nda langsung diterima. nanti sekitar dua tiga hari baru ada pemberitahuan lewat email kalo lukisan ini akan masuk (dipamerkan) di bulan januari”, tutur Irmawati.

Zea yang lahir pada 29 november 2009, kesehariannya memang tidak tampak seperti bocah pada umumnya yang kerap menghabiskan waktu di depan televisi atau di pusat-pusat permainan anak.

Sulung dari tiga bersaudara ini lebih nyaman menghabiskan waktu dirumah sambil merekam imajinasinya di atas kanfas didampingi adik atau kedua orang tuanya.

Zea yang belum mengenal pendidikan formal, beruntung memiliki kedua orang tua yang bisa memahami bakat dan mendukungnya untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan.

Darah seni zea sendiri mengalir dari kedua orang tuanya. ayah Zea, Muawal, adalah seorang seniman lukis lokal yang menyelesaikan studi di sebuah sekolah desain di Jogjakarta. Sementara ibunya, Irmawati, juga adalah alumni salah satu perguruan tinggi seni ternama di negeri ini.

Tak heran bila rumah mereka yang terletak dipinggir kota kendari, kelurahan baruga, kecamatan baruga, dipenuhi karya seni sang ayah, ibu, Zea dan adiknya yang juga sudah mulai belajar menyapu kanfas dengan kuas.

Irmawati berandai, suatu saat keluarganya bisa menggelar pameran bersama. Pasalnya, selama ini karya seni keluarga Zea nyaris tidak mendapat apresiasi di negeri sendiri. Harapan itu menyeruak dan makin menguat setelah melihat  lukisan Zea yang terpajang di galeri seni berkelas internasional.

Meredup di kota kendari “zea star” bersinar terang di Kota London.  (Zainal A. Ishaq)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Metro

To Top